CARA ke Bunaken ala Backpacker, apakah terjangkau dan sangat murah?

Masih ada yang bilang, wisata ke Bunaken itu mahal banget, benarkah? Jawabannya tergantung kapan perginya ke Manado, dengan maskapai penerbangan apa, memakai paket wisata atau tidak, di mana menginapnya, makan di mana, diving atau snorkeling, ke mana saja destinasi wisata Manado yang dituju, berapa lama melancongnya, datang seorang diri ataukah serombongan, dan terakhir: apakah sobat traveler bersosialisasi dengan warga lokal atau tidak.

Jawaban dari semua pertanyaan tersebut akan menentukan murah-mahalnya berwisata ke Bunaken-Manado dan sekitarnya. Artikel “Cara ke Bunaken ala Backpacker” ini akan menjawab semua pertanyaan di atas.

Traveler, inilah Cara ke Bunaken ala backpacker (ManadoBaswara asumsikan wisata sobat di Bunaken dan Manado berlangsung selama 3 hari).

Hari 1, Berangkat dari Jakarta ke Manado

Untuk mencapai Bunaken, sobat akan masuk melalui Bandara Sam Ratulangi Manado. Ada sejumlah maskapai penerbangan yang mempunyai penerbangan reguler Jakarta (CGK)-Manado (MDC), seperti: Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Wings Air, Sriwijaya Air dan Lion Air.

Harga terkini tiket pesawat ke Manado berkisar Rp. 800.000 – Rp. 1.500.000. Carilah harga tiket promo ke Manado. Maskapai Lion Air misalnya, mempunyai harga promo dalam 1 penerbangan pada hari-hari tertentu. Sobat harus sabar mendapatkan informasi tersebut via situs reservasi online, atau langsung hubungi call center maskapai bersangkutan.

Tips

Booking tiket, dan berangkat ke Manado sebelum musim liburan seperti pada bulan Juli dan Desember adalah pilihan bijak, karena harga tiket relatif murah. Jika beruntung, harga tiket di bawah angka tersebut di atas bisa pula sobat peroleh!

Oya, waktu yang recommended wisata ke Bunaken, mulai bulan Mei-Agustus. Itulah waktu dimana cuaca cenderung bagus, dan visibilitas bawah air bisa mencapai 30 m.

Perjalanan ke Manado membutuhkan waktu 3-4 jam (direct flight). Pilihlah penerbangan direct ke Manado, tidak transit di Surabaya atau Makassar.

Berangkatlah subuh (flight pertama), sekitar jam 05.00 WIB. Dengan begitu, sobat akan menghemat waktu, dan karenanya memiliki lebih banyak waktu berada di Bunaken dan Manado.

Tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado

Jika perjalanan berlangsung mulus, sekitar jam 10.00 WITA, sobat sudah mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado. Tampilan depan bandara internasional ini didominasi warna putih dengan tiang-tiang berwarna biru. Tepat di tengah bangunan terdapat tulisan yang juga berwarna biru: Sitou Timou Tumou Tou, yang artinya Manusia Hidup untuk Menghidupkan Orang Lain.

bandara internasional sam ratulangi manado
bandara internasional sam ratulangi manado (by skyscrapercity.com)

Makan Siang di Manado

Kecuali dengan Garuda Indonesia, maskapai lain (khususnya harga tiket di bawah 1 juta) tidak mendapatkan snack selama penerbangan.

Hari menjelang siang. Sobat yang terbiasa sarapan sebelum jam 9 pagi, tentu mulai terasa lapar.

Sebenarnya, di dalam kawasan bandara, eksis sejumlah resto yang menjual makanan khas Manado, seperti: Bubur Manado dan nasi kuning Manado, tetapi harganya bisa 2 kali lipat lebih dibandingkan harga normalnya di kota Manado.

Sobat Backpacker, ManadoBaswara (MB) merekomendasikan untuk makan siang di rumah makan yang menjual makanan khas Manado. Jenis makanan ini sebenarnya banyak terdapat di Jawa, tetapi dengan citarasa Manado, yakni lunch di Rumah Makan Nasi Kuning “Sederhana”, Jl. Dr. Sutomo No. 30 Manado (seberang Rumah Sakit Kedokteran Gigi dan Mulut Unsrat).

nasi kuning manado dibungkus dengan daun woka
nasi kuning manado dibungkus dengan daun woka (by food.detik.com)

Cara Menuju ke Rumah Makan Nasi Kuning Sederhana Manado

Sobat traveler dapat menumpangi angkutan kota (angkot) jurusan Lapangan-Paal Dua. Untuk konteks ini, kata “Lapangan” berkonotasi “Bandara”.

Setiba di terminal Paal Dua, sobat dapat menumpangi angkot yang melintas di Jalan Sudirman. Sampaikanlah kepada sopir untuk diturunkan di depan SMA Frater Don Bosco (tepat di simpang Jalan Dr. Sutomo & Jalan Sudirman).

terminal paal dua manado
terminal paal dua manado (by mapio.net)

Jalan Dr. Sutomo itu berdekatan dengan Jalan Sudirman. Sejumlah bangunan penting berdiri di sekitar Jalan Sudirman, seperti: SMA Katolik Frater Don Bosco, Sintesa Peninsula Hotel Manado, Hotel Kawanua, Gereja Sentrum Manado dan Monumen Perang Dunia II.

Dari SMA Frater Don Bosco, sobat Backpacker tinggal menyeberang jalan untuk menuju ke Jalan Dr. Sutomo. Dalam waktu 2 menit saja, sobat sudah tiba di Rumah Makan Nasi Kuning Sederhana, yang telah eksis di Manado sekitar tahun 70-an.

Dua puluh ribu rupiah merupakan harga per porsi di Rumah Makan Nasi Kuning Sederhana ini. Tak seperti ciri rumah makan di Jakarta, di sini sobat dapat meminta air putih lebih dari segelas tanpa dikenakan biaya lagi. Harga itu relatif sama dengan 2 rumah makan nasi kuning legendaris lainnya di Manado, yang kebetulan jaraknya tak begitu jauh, yaitu Rumah Makan Nasi Kuning “Selamat Pagi” (kampung Kodo) dan Rumah Makan Nasi Kuning “Saroja” (Jalan Diponegoro).

Tips

Bawalah makanan ringan dari Jakarta, seperti: Roti, biskuit, coklat, permen, air mineral, dll. Snack ini berguna untuk sarapan di pesawat dan sebagai camilan selama perjalanan. Bawalah makanan ini seperlunya, sehingga tidak membebani ransel/tas yang dibawa.  

Sebelum meninggalkan kawasan Bandara Sam Ratulangi, bertanyalah kepada petugas bandara, ke arah mana dan bagaimana untuk dapat menumpangi angkot jurusan (trayek) Lapangan-Paal Dua. Tanyakan pula berapa tarif normalnya.

Tiba di Terminal Paal Dua, tanyakanlah kepada sopir angkot tadi, mana angkot yang melintasi Jalan Sudirman. Untuk make sure, tak ada salahnya sobat bertanya lagi kepada sopir angkot yang akan melintas di Jalan Sudirman, apakah betul akan lewat di SMA Frater Don Bosco. Sekalian mintalah kepadanya untuk menurunkan sobat di depan sekolah tersebut.      

Alternatif moda transportasi murah yang lain, dari Bandara Sam Ratulangi (Samrat) menuju pusat kota Manado (kawasan Boulevard), yakni dengan menumpangi Bus Damri rute Bandara – Boulevard. Tarifnya sekitar Rp. 30.000, dengan waktu tempuh 30 menit (jika lancar). Hanya saja, keberangkatan bus ini tidak setiap saat. Inilah jam keberangkatan Bus Damri Bandara Sam Ratulangi menuju pusat kota Manado, sesuai waktu setempat (WITA): Bandara -> Boulevard: 07.00, 12.00, 17.00 & 23.00. Sebaliknya, Boulevard -> Bandara: 04.00, 09.00, 15.00 & 20.00. Moda transportasi ini full AC.

Jika memilih menumpangi Bus Damri, tanyakan kepada petugas bandara atau sopir bus tersebut, apakah rutenya melintasi Jalan Sudirman. Jika iya, maka sobat dapat meminta untuk diturunkan di depan SMA Frater Don Bosco.

Hotel Backpacker di Manado

Sejumlah penginapan/hotel telah eksis di sekitar bandara, seperti Pemondokan Sehati dan Novotel Manado Golf Resort & Convention Center, tetapi baiknya sobat langsung menuju pusat kota Manado, dengan waktu tempuh maksimal 60 menit.

Hotel bagus di Manado yang cocok untuk para Backpacker berada di lokasi sekitar Rumah Makan Nasi Kuning Sederhana tadi, yaitu: Hotel Kawanua dan Travello Hotel (di Jalan Sudirman), serta Hotel Orion dan Hotel Griya Sintesa (di Jalan Dr. Sutomo). Kedua hotel terakhir disebut sangat berdekatan dengan posisi Rumah Makan Nasi Kuning Sederhana.

Harga per malam untuk kamar standar di Hotel Orion, Hotel Griya Sintesa dan Hotel Kawanua, tak lebih dari Rp 300.000. Kecuali, Travello Hotel Manado yang mematok tarif per malam untuk kamar standar di atas 300 ribu rupiah.

After Lunch Nasi Kuning Manado

Sehabis menyantap salah satu makanan khas Manado tersebut, sobat dapat berjalan santai menyusuri Jalan Sudirman mengarah ke Tugu Titik Nol (Tugu Zero Point) Manado.

Saran MB, sobat berjalan dari sisi SMA Frater Don Bosco (bukan dari sisi Hotel Sintesa Peninsula Manado). Alasannya, Sobat dapat mengabadikan tampak luar sekolah yang telah eksis di Manado sejak tahun 1950 itu.

peta jalan sudirman manado dan sekitarnya
peta jalan sudirman manado dan sekitarnya

Setelah itu sobat akan melintasi Hotel Kawanua, Travello Hotel, dan salah satu apotek yang sudah lama eksis di kota Manado, yakni Apotek Setia. Terdapat sebuah jalan masuk sebelum sobat melewati Apotek Setia – itulah jalan menuju ke salah satu kampung tertua di kota Manado, yaitu Kampung Kodo.

Tepat di depan Apotek Setia Manado, sobat dapat memandang ke sisi seberangnya. Di sana berdiri hotel berbintang di Manado, yaitu Hotel Sintesa Peninsula. Lokasi hotel dengan fasilitas bintang 5 itu berdiri di lahan berkontur tinggi yang dulunya merupakan rumah sakit terbesar di kota Manado, yaitu Rumah Sakit Gunung Wenang.

Masih di deretan jalan dimana Apotek Setia berada, sobat dapat kembali melanjutkan perjalanan mengarah ke Tugu Zero Point. Tak sampai 5 menit dari Apotek Setia, sobat akan melewati gereja tertua di Manado, yaitu Gereja Sentrum Manado. Dan, tepat di sisi kiri gereja tersebut, berdiri kokoh Tugu Monumen Perang Dunia II.

gereja sentrum dan tugu perang dunia 2 di manado
gereja sentrum dan tugu perang dunia 2 di manado (by ceritadimulai.blogspot.co.id)

Tugu Monumen Perang Dunia II merupakan salah satu objek wisata sejarah di Manado. Memasuki kawasan Gereja Sentrum dan tugu itu tidak memerlukan biaya. Sobat Backpacker tinggal meminta ijin masuk melalui gerbang utama gereja. Abadikanlah dua bangunan bersejarah yang terletak di antara Jalan Sudirman dan Jalan Sarapung itu.

Dari Gereja Sentrum Manado ke tugu titik nol tinggal 5 menit perjalanan. Seberangilah Jalan Sarapung tepat di depan kawasan gereja ini.

Sebelum mencapai Tugu Titik Nol Manado, sobat akan melewati Gedung Juang Manado, yang di seberangnya terdapat Bank Artha Graha. Tugu Zero Point sudah tampak jelas dari posisi ini.

Tugu Zero Point Manado yang terletak di Jalan Sam Ratulangi itu merupakan tempat sejumlah angkot Manado (yang semuanya berwarna biru muda), berputar arah. Seberangilah Jalan Sam Ratulangi ini ke arah gedung Bank Sulut. Dari depan Bank Sulut ini, sobat dapat bertanya kepada warga yang melintas, angkot mana yang melewati Pelabuhan Manado.

Apabila sobat traveler berdiri menghadap ke arah Gedung Juang, dan membelakangi gedung Bank Sulut, terdapat jalan di sisi kiri sobat dengan kontur sedikit menurun ke bawah; itu masih Jalan Sudirman yang menuju ke Jalan Piere Tendean atau Jalan Boulevard Manado, yang merupakan kawasan baru bisnis, kuliner dan lifestyle Manado. Nanti, sebelum kembali ke Jakarta, sobat akan kembali menuju ke posisi ini ya…

Masih dalam posisi menghadap ke arah Gedung Juang 45 Manado, ada jalan lurus datar di sebelah kiri. Itulah Jalan Sam Ratulangi, yang mengarah ke Pelabuhan Manado.

Dari posisi ini ke Pelabuhan Manado, tinggal jalan lurus tanpa belok sedikitpun. Dari sini sobat traveler dapat berjalan kaki menuju Pelabuhan Manado, karena jaraknya tak lebih dari 700 m. Sejumlah bangunan dan landmark penting akan sobat lewati, seperti: Gedung Pertamina, Eks Bioskop Benteng (dulu merupakan lokasi benteng Belanda) – di seberangnya berdiri megah Hotel Sahid Kawanua, lalu tampak Tugu Pendaratan Batalyon Worang, yang terletak di tengah jalan, sama seperti tugu titik nol.

Arah kanan dari Tugu Batalyon Worang, terdapat gerbang masuk menuju ke Pusat Niaga 45 atau yang disebut pula dengan Kawasan Pasar 45 Manado – sebuah kawasan pusat perbelanjaan lama (tua) di Kota Manado. Kawasan ini terkenal sebagai pusat bisnis, kuliner, hangout dan gaya hidup warga Manado di era 90-an. Keberadaannya kini telah tergantikan oleh Kawasan Mega Mas Boulevard, yang terletak di sepanjang Jalan Piere Tendean (di belakang deretan bangunan Bank Sulut tadi).

Tujuan utama sobat saat ini ke Pelabuhan Manado, maka city tour di Kawasan Pasar 45, ditunda dulu ya.

Melewati Tugu Pendaratan Batalyon Worang, di sisi kiri terdapat supermarket (pasar swalayan) tertua di Manado yang masih eksis, yakni Jumbo Pasar Swalayan.

Setelah Jumbo Pasar Swalayan, sobat traveler akan melintasi sebuah bekas kampung terkenal di Manado, bernama Kampung Texas. Terdapat sebuah masjid di tengah-tengah lokasi itu. Rencananya, kawasan ini akan menjadi kawasan wisata religi di Manado. Jika rencana tersebut terwujud, sobat dapat sekaligus mengunjungi lokasi itu.

Dari eks Kampung Texas Manado, hanya memerlukan waktu 5 menit saja, sobat sudah mencapai Pelabuhan Manado. Jadi, total waktu tempuh dengan berjalan kaki dari Rumah Makan Nasi Kuning Sederhana (di Jalan Dr. Sutomo) ke Pelabuhan Manado tak lebih dari 30 menit (sudah termasuk foto-foto tadi).

Sobat traveler harus tiba di Pelabuhan Manado sebelum jam 14.00 WITA, agar dapat menumpangi ‘perahu taksi’ atau perahu motor milik warga Bunaken dan sekitarnya yang merapat di Pelabuhan Manado.

Tips

Pepohonan besar yang tumbuh di sepanjang jalan membuat perjalanan sobat menjadi nyaman. Namun begitu, tak ada salahnya menggunakan payung lipat kecil. Itu pun kalau sobat traveler (khususnya lelaki), tidak malu memakai payung di tengah kota.

Karena rute perjalanan sudah sangat detil diterangkan di sini, sobat traveler dapat berjalan dengan mantap. Tak usah ragu, apalagi tampak kebingungan. Dengan begitu, keberadaan sobat di tengah kota Manado akan terlihat seperti warga lokal.    

Menguasai sejumlah kosakata bahasa Manado akan membuat sobat semakin diterima hangat di kota dengan julukan The Land of Smiling People ini. Pelajarilah sedikit tentang bahasa Manado ya!

For Your Information:

Harga angkot berbagai jurusan di dalam kota Manado sekitar Rp 5.000.

Harga perahu taksi (perahu milik warga Bunaken), sekitar 30 ribuan (per Juli 2017).

Harga carter speedboat, tergantung kapasitas jumlah penumpang. Untuk kapasitas 6 orang harganya Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta pulang-pergi, dan 15 sampai 30 orang: Rp 1.300.000 (per Juli 2017).

Selama berada dalam angkot kota Manado, sebaiknya sobat Backpacker duduk di samping sopir, sehingga dapat lebih bebas melihat situasi jalan dan view kota. Jika tidak mendapat tempat di samping sopir, duduk di kursi manapun dalam angkot Manado, tetap nyaman. Nyaman, karena jok angkot Manado semuanya menghadap ke depan. Jadi, tidak berhadap-hadapan sebagaimana posisi jok dalam angkot di sebagian kota besar. Di samping itu, angkot Manado full music. Sobat tidak akan merasa jenuh berada dalam angkot Manado.  

kondisi kabin angkot manado
kondisi kabin angkot manado (by tribunnews.com)

Karena kedatangan sobat ke Bunaken sifatnya tanpa konfirmasi terlebih dahulu, lantaran menggunakan perahu taksi, maka sebaiknya sobat tiba di Pelabuhan Manado sejam sebelum pukul 14.00 WITA. Perahu taksi ini biasanya akan berangkat setelah penuh penumpang.

Biaya perahu taksi cuma Rp 30.000. Tanyakan kepada pemilik perahu, apakah akan sandar di Pantai Liang, dimana dermaga Pulau Bunaken berada. Jika tidak, kemungkinan ia akan sandar di Pantai Pangalisang (Bunaken Timur). Lokasi ini lebih didominasi turis mancanegara, karena terdapat beberapa resort dan suasananya yang relatif lebih tenang ketimbang Pantai Liang, yang ramai dengan hilir mudik wisatawan dari manapun. 

Dari Pantai Pangalisang, moda transportasi ojek motor tersedia untuk sobat menuju Pantai Liang Bunaken, dengan jarak tempuh 7 km, dan biaya tak lebih dari Rp. 20.000, dengan lama tempuh sekitar 15 menit.

Perahu taksi akan kembali ke Pelabuhan Manado pada pagi hari esoknya, sekitar pukul 7. Itu artinya sobat akan menginap malam ini di Pulau Bunaken, pintu masuk Kawasan Taman Nasional Bunaken

Penginapan Murah di Bunaken dan Aktivitas Sore Hari

dermaga utama pulau bunaken yang berada di pantai liang
dermaga utama pulau bunaken yang berada di pantai liang (by liputan6.com)

Dari Pelabuhan Manado menuju ke Pulau Bunaken memakan waktu maksimal sejam perjalanan. Jika sobat berangkat tepat waktu, maka sekitar pukul 15 sudah tiba di Pulau Bunaken, tepatnya di Pantai Liang Bunaken, dimana dermaga utama Bunaken berada.

Namun, sebagaimana disampaikan di atas, perahu taksi milik warga itu bisa jadi merapat di Pantai Pangalisang, maka jika demikian, sobat akan melanjutkan perjalan menyusuri daratan pulau Bunaken dengan ojek motor.

monumen bergambar peta bunaken di dekat dermaga pantai liang bunaken
monumen bergambar peta bunaken di dekat dermaga pantai liang bunaken

Karena tiba sudah sore hari, maka kemungkinan kondisi air laut sedang pasang. Maka bibir Pantai Liang Bunaken yang berpasir putih kecoklatan bisa jadi tidak terlihat, apalagi jika air sedang pasang.

Tiba di Bunaken pada sore hari seperti ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan snorkeling apalagi diving, karena visibilitas ke bawah air tidak lagi bagus. Sobat dapat melakukan aktivitas itu di pagi hari esok.

Sightseeing di pantai pun tidak bagus pada saat ini, lantaran pantai tertutupi air. Lagipula, garis Pantai Liang Bunaken ini tidak begitu panjang. Di sisi lebih ke dalam dari pantai, telah digunakan untuk keberadaan bangunan warung makan sederhana, kedai souvenir, tempat penyewaan alat selam/snorkeling, dan cottage/resort. Nah, sobat dapat melihat-lihat atau membeli souvenir khas Bunaken dan atau kudapan khas Manado, yakni pisang goreng goroho yang dimakan beserta sambal terasi. Wajib dicoba!

souvenir khas bunaken
souvenir khas bunaken (by indonesiaindah.web.id)

Pantai Liang Bunaken memang tidak recommended untuk wisata pantai semisal sightseeing, sunbathing, dan atau bermain rumah-rumahan pasir. Pantai ini hanya semacam tempat transit untuk snorkeling dan diving.

Melihat-lihat, bertanya dan deal harga peralatan selam/snorkeling dan perahu motor dapat sobat lakukan saat ini, supaya keesokan harinya sobat tinggal berangkat diving.

Mengarah lebih ke dalam dari Pulau Bunaken, sobat akan temui desa Bunaken. Terdapat sebuah masjid dan gereja di desa ini; Menjadi simbol kerukunan antar umat beragama yang terpelihara harmonis di sini. Sobat dapat mengitari kampung ini, menyaksikan aktivitas warga. Jika pas waktunya, sobat dapat menyaksikan sejumlah ibu yang sedang membuat pernak-pernik berupa kalung dan gelang khas Bunaken yang terbuat dari kerang-kerang kecil yang terdampar di bibir pantai.

Pada saat ini, sobat traveler dapat bertanya kepada warga kampung (sebaiknya kepada ibu-ibu), dimana sobat bisa menginap selama dua malam ini.

Terdapat 25 Penginapan di Bunaken dan Sekitarnya, sejumlah di antaranya termasuk dalam kategori penginapan murah (cottage), dengan kisaran harga mulai dari Rp 300.000 per malam untuk kamar standar. Sobat dapat memilih cottage tersebut jika cukup dana, dan tidak hendak berbaur dengan warga desa.

Warga desa Bunaken sudah lama sadar wisata. Mereka sangat tahu apa yang sobat perlukan selama berada di Bunaken. Jadi, tak usah ragu untuk bertanya dan membaur dengan mereka. Keramahan sobat pasti akan berbuah keramahan pula!

Menjelang petang, abadikanlah aktivitas nelayan yang menyandarkan perahunya di Pantai Liang Bunaken, dan sunset yang segera tiba.

Tips

Home stay di rumah warga di Pulau Bunaken berbiaya murah. Terserah sobat untuk menyebut biaya berkisar Rp 100.000 – Rp 200.000 itu sebagai biaya menginap atau uang pengganti biaya makan. Sampaikanlah dengan jelas keinginan sobat untuk menginap malam ini dan malam esok (2 malam), termasuk makan siang dan malam kepada salah satu warga setempat.

Biaya peralatan selam (wetsuit, life vest dan fin) sekitar Rp 300.000. Untuk diving, sobat harus ditemani pemandu lokal. Hal ini wajib di sini! Biaya instruktur lokal sama dengan harga sewa alat selam, begitu pula dengan harga sewa perahu motor dan underwater camera. Satu hal lagi, sobat akan diminta membeli 1 bungkus makanan ikan. Belilah 1 bungkus saja seharga Rp 60.000. Sekali lagi, sampaikanlah keperluan sobat ini di hari pertama! Supaya, esok pagi sobat tinggal menggunakan semua itu tanpa harus bertanya dan nego lagi.

Biaya peralatan snorkeling jauh lebih murah jika sobat tidak berencana untuk diving. Sebab, sobat tinggal menyewa snorkel, kaki katak (wajib dipakai di sini), dan perahu. Tanyakanlah info seputar ini kepada warga desa yang sobat jumpai atau di tempat penyewaan alat selam tadi. Biaya menjadi lebih murah lagi, jika sobat Backpacker membawa snorkel sendiri.

Apabila sobat memiliki kamera action waterproof biasa, seperti: Lapara HRD34 (sudah terintegerasi dengan kacamata selam) dan GoPro, berarti biaya dapat ditekan lagi.

Sobat tentu belum memahami dive spot bagus dan recommended untuk snorkeling atau diving di sekitar Pulau Bunaken. Maka itu, keberadaan pemandu lokal/instruktur selam menjadi wajib. Jangan pergi menyelam sendiri ya. Itu bisa jadi berbahaya bagi sobat!

Jika sobat menggunakan service paket wisata dari resort yang ada di Pulau Bunaken atau di kota Manado – pihak hotel/resort memiliki peralatan selam dan perahu motor sendiri. Sobat tinggal menggunakan semua fasilitas itu. Tentu, uang yang dikeluarkan akan jauh lebih banyak.

Hari ke-2 di Bunaken

Jika tidak terlalu lelah dan cukup tidur, sobat dapat bangun sekitar jam 5 untuk menanti sunrise di Pantai Liang Bunaken. Sensasi dan panorama sunrise di pulau yang berada di tengah lautan tentu berbeda dengan di daratan. Maka itu, sayang jika moment itu terlewatkan.

Pukul 7 hingga Pukul 10 Pagi di Bunaken

Pada pukul 7 ini, sobat (mungkin) akan melihat sejumlah perahu motor yang bersiap menuju ke Pelabuhan Manado. Hal ini merupakan salah satu rutinitas warga desa Bunaken yang hendak membeli segala keperluan di kota Manado.

Sobat pun (mungkin) akan melihat sejumlah wisatawan yang ikut menumpangi perahu motor tersebut untuk (pulang) menuju Manado. Sobat traveler akan menjalani hal serupa di esok hari (hari ke-3), karena di samping sobat sama sekali belum melakukan aktivitas snorkeling/diving di Bunaken, perahu motor ini pun hanya sekali jalan di pagi hari sekitar pukul 7 menuju Manado, dan akan kembali ke Bunaken di siang harinya sekitar pukul 14.

Pada pukul 7 hingga 10 pagi di Bunaken merupakan durasi waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas diving maupun snorkeling.

Titik Selam Pangalisang Bunaken Timur

Diving spot/snorkeling pertama yang recommended untuk sobat traveler berada di depan resort Sea Breeze dan Raja Laut Dive, yaitu di sekitar pantai Pangalisang Bunaken Timur. Spot ini cukup bagus karena dasar lautnya yang cenderung landai (slove) dengan kedalaman sekitar 5 meter saja, cocok untuk snorkeler dan divers pemula.

Titik Selam Lekuan 2

Spot selam berikutnya adalah Lekuan 2. Inilah spot selam yang banyak dikunjungi wisatawan. Terumbu karang dan ikan yang berseliweran di titik selam Lekuan 2 ini lebih bervarian dan bagus ketimbang yang ada di spot pertama. Di spot selam Lekuan 2 terdapat karang raksasa yang disebut underwater great walls, yang menakjubkan!

underwater great walls cuma ada di taman laut bunaken
underwater great walls cuma ada di taman laut bunaken

Titik Selam Lekuan 3

Spot selam selanjutnya yang dapat sobat selami berada di dive spot Lekuan 3. Panorama bawah laut di sini top punya! Banyak wisatawan yang menyebut dive spot ini sebagai salah satu yang terbaik dari 12 titik selam yang berada di sekitar Pulau Bunaken.

Saking bagusnya titik selam Lekuan 3, cukup dengan snorkeling  di permukaan air saja, sobat sudah bisa melihat keindahan bawah laut yang bagai serpihan surga yang jatuh ke bumi. Di sini, terumbu karang dan sejumlah jenis ikan berseliweran menggoda sobat untuk mendekati mereka. Di spot selam ini, green sea turtle, ikan barakuda, ikan hiu, ikan pari elang, ikan kakap, kuda laut, dan ikan badut, dapat terlihat. Jika beruntung, sobat dapat berjumpa dengan ikan purba yang sebelumnya telah dianggap punah, yaitu ikan raja laut (Coelacanth).

Titik Selam Lain

Spot selam lain di kawasan Taman Nasional Bunaken yang dapat pula dicoba adalah dive spot Siladen I & II, dan Fukui. Jika benar-benar niat, untuk menuju ke spot yang lebih jauh dari Pantai Liang ini, sobat harus diskusikan (deal) terlebih dahulu dengan perahu warga atau operator selam ya…

penyu hijau senang berada di underwater great walls bunaken yang tingginya mencapai 50 m
penyu hijau senang berada di underwater great walls bunaken yang tingginya mencapai 50m (by redbubble.com)

Tips

Ubur-ubur box jellyfish dapat terlihat di Bunaken Timur. Abadikanlah dengan kamera sobat dan segera menjauh darinya ya, karena ubur-ubur jenis ini tergolong berbahaya untuk tersentuh.

Menyelam di sekitar underwater great walls memang memukau panoramanya. Memukau, karena terdapat segala warna dan jenis coral reef yang bervarian, begitu pula fauna lautnya seperti penyu hijau dan aneka jenis ikan. Tetapi, di area sedalam 25 m – 50 m ini sobat wajib berada berdekatan dengan instruktur selam ya! 

Pukul 11 hingga Pukul 17 di Bunaken

Pukul 11 tiba. Sudah waktunya untuk sobat kembali ke daratan, karena di samping hawa semakin panas, tentu sobat sudah merasa lapar.

Mampirlah beli kelapa muda yang banyak dijual di warung makan sekitar Pantai Liang, untuk disantap usai makan siang di rumah warga yang sobat tempati.

Sehabis makan siang, sobat dapat kembali ke Pantai Liang untuk sekadar bersantai memandang panorama laut dengan Pulau Manado Tua yang tampak seperti gunung yang membiru di kejauhan.

Di jam ini, sobat traveler dapat melihat suasana nelayan yang menyandarkan perahunya di pantai, yang bergegas pulang untuk bersantap siang bersama keluarganya di desa Bunaken. Dan, suasana hilir-mudik wisatawan yang bersegera naik ke daratan setelah menyelam dan snorkeling. Itulah sejumlah aktivitas orang, khas pulau wisata, yang sayang untuk dilewatkan dalam bidikan kamera.

suasana warung dekat dermaga bunaken
suasana warung dekat dermaga bunaken

Bersantai di pantai baiknya sobat lakukan dengan duduk-duduk di salah satu warung makan di Pantai Liang ini. Sobat dapat membeli soft drink dan atau teh/kopi di sini. Bersantai di pinggir pantai dengan semilir angin sembari menunggu datangnya sunset, sungguh merupakan suasana wisata bahari yang memanjakan jiwa dan raga.

Pukul 18 hingga Pukul 21 di Bunaken

Inilah saat dimana sobat dapat berada di desa Bunaken. Saat dimana sobat dapat bercengkrama dengan pemilik rumah yang rumahnya sobat tempati selama 2 malam ini, dan atau memotret suasana malam di perkampungan bahari ini.

Selanjutnya, waktu untuk beristirahat terakhir di Bunaken. Esok pagi harinya, sobat akan kembali menuju ke Pelabuhan Manado.

Hari ke-3, Kembali ke Kota Manado      

Antara pukul 7 hingga pukul 8, itulah saat dimana perahu motor milik warga Bunaken akan menuju ke Pelabuhan Manado. Datanglah lebih awal supaya sobat tidak ketinggalan perahu. Apalagi, jika perahu berangkat dari Pantai Pangalisang.

Tips

Buatlah janji dengan ojek motor yang sobat tumpangi di hari pertama, agar menjemput sobat di hari ketiga, sebelum pukul 7 pagi. Atau, di hari pertama berada di Bunaken, sobat dapat langsung mencari info ojek lain yang dapat mengantar sobat ke Pantai Pangalisang di hari ke-3, kepada para pedagang makanan dan cinderamata (yang sebagian besar merupakan warga lokal), atau kepada pemilik rumah dimana sobat menginap. So, jangan malu bertanya ya…

Sekitar pukul 9, sobat sudah tiba di Pelabuhan Manado. Pesawat yang akan sobat tumpangi kembali ke Jakarta, berangkat pukul 19.00 WITA. Artinya, sobat masih mempunyai waktu luang setidaknya 7 jam di kota Manado.

Yuk, eksplore Manado!

Pukul 9 hingga Pukul 11 di Kawasan Pasar 45 Manado

Saatnya berjalan kaki lagi menuju pusat Kawasan Pasar 45 Manado. Sobat dapat kembali menyusuri jalan yang dilalui pada hari pertama. Setiba di Tugu Batalyon Worang, sobat ambil jalan ke kiri dan memasuki gerbang bertuliskan “Kawasan Pasar 45”.

Tak sampai 5 menit dari gerbang tersebut, sobat akan menjumpai sebuah taman di tengah kota. Itulah Taman Kesatuan Bangsa (TKB). Di tengah TKB terdapat patung Dotu Lolong Lasut, yaitu pendiri sekaligus pemimpin Walak Wenang (Orang Manado). Jalan di sekitar TKB inipun dinamai dengan Jalan Dotu Lolong Lasut.

kawasan pasar 45 - tampak TKB & patung dotu lolong lasut
kawasan pasar 45 – tampak TKB & patung dotu lolong lasut (by panoramio.com)

Tak jauh dari TKB, terdapat bekas pusat belanja dan hiburan di kota Manado, yaitu Presiden Plasa. Dulu, terdapat bioskop Presiden di sini, toko buku, pusat game, tempat bermain bilyard dan sejumlah toko tekstil.

Nah, tak jauh dari Presiden Plasa, terdapat pusat hangout warga Manado yang melegenda, yakni Jalan Roda (Jarod) Manado. Tempat nongkrong orang Manado inilah yang menjadi tujuan sobat di hari ke-3 ini.

Menuju ke kawasan Jalan Roda Manado, sobat akan melintasi Jalan Walanda Maramis. Dari Presiden Plasa menuju ke Jarod Manado berjarak sekitar 250 m saja.

suasana kawasan pasar 45 manado
suasana kawasan pasar 45 manado

Setelah melewati Jalan Siswomihardjo di sebelah kiri, yang membelah kawasan pertokoan Presiden Plasa dan sederet pertokoan di Jalan Walanda Maramis, tibalah sobat di kawasan Jalan Roda Manado.

Makan Siang di Jarod Manado

Di Jarod, berderet sejumlah warung kopi plus warung makan. Meskipun warung-warung di sini terkesan sangat sederhana, Jarod sudah sejak lama menjadi tempat kumpul warga Manado dari berbagai strata. Dari orang biasa hingga pejabat daerah dan nasional, telah mampir di tempat ini – mereka minum kopi khas Jarod, bercengkrama dan berdiskusi seru – dari soal remeh-temeh hingga masalah bangsa.

Sobat Backpacker dapat merasakan sensasi minum kopi khas Jarod sembari makan siang di salah satu meeting point warga Manado ini. Makanan khas Manado seperti Bubur Manado (Tinutuan) dijual di sejumlah warung makan di sini. Ada pula mie kuah dan tentu saja, pisang goreng goroho.

Pukul 11 hingga Pukul 12 di Pecinan Manado

Kawasan Jalan Roda Manado sudah sangat dekat dengan kawasan Pecinan Manado. Tanggung jika sobat traveler tidak ke sini. Untuk menuju ke kawasan Pecinan Manado, ada dua alternatif jalan. Alternatif pertama, sobat dapat menyusuri hingga ke ujung Jarod, dimana jalannya akan tembus ke Jalan S. Parman, dekat dengan alamat salah satu rumah kopi tertua di Manado, yaitu Rumah Kopi Bintang Wajang.

Alternatif kedua, sobat dapat keluar lagi dari gerbang masuk kawasan Jarod, dan melintasi emperan tokoh di Jalan Walanda Maramis. Tak sampai 5 menit, sobat akan mendapati Jalan S. Parman. Susurilah jalan ini hingga bertemu dengan Jalan D.I. Panjaitan.

kuil ban hin kiong terletak di kawasan pecinan manado
kuil ban hin kiong terletak di kawasan pecinan manado (by ironwulf.com)

Jalan S. Parman berdekatan dengan Jalan D.I. Panjaitan. Di Jalan D.I. Panjaitan inilah terdapat kuil tertua di Manado, yaitu Kuil Ban Hin Kiong. Di sepanjang Jalan S. Parman dan Jalan D.I. Panjaitan inilah kawasan Pecinan Manado.

Pukul 12 hingga Pukul 13, Kembali ke Zero Point Manado

Sangat dekat dengan Kuil Ban Hin Kiong terdapat simpang empat. Tanyalah kepada warga sekitar, angkot mana yang melintas di Jalan Dr. Sutomo, selanjutnya ke Jalan Sudirman.

Nah, tentu sobat masih ingat nama kedua jalan tadi. Ya, sebenarnya dengan jalan kaki melintasi Jalan S. Parman, di ujungnya sobat akan menjumpai Jalan Walanda Maramis lagi. Dan tak jauh dari pertemuan Jalan S. Parman dengan Jalan Walanda Maramis, terdapat Jalan Dr. Sutomo.

Di Jalan Dr. Sutomo itulah tempat sobat lunch di hari pertama berada di Manado, yaitu di Rumah Makan Nasi Kuning Sederhana. Jalan Dr. Sutomo memang sangat berdekatan dengan kawasan pertokoan lama di kota Manado, yaitu kawasan Pasar 45, yang sebagian besar pertokoannya berada di Jalan Walanda Maramis dan Jalan Dotu Lolong Lasut. Oya, penyebutan Pasar 45 ini tidak berkonotasi “pasar tradisional” ya…

Dengan membayar Rp 5.000, sobat dapat turun di sekitar Gereja Sentrum yang sobat foto di hari pertama tiba di kota Manado. Seberangi lagi Jalan Sarapung depan gereja tertua di Manado itu, dan berjalan ke arah Tugu Zero Point.

Setelah berada di gedung Bank Sulut, sobat tidak lagi mengarah ke Pelabuhan Manado, tetapi berjalan ke arah bawah atau menyusuri jalan di sisi kiri Bank Sulut. Maka, tibalah sobat di simpang jalan, itulah Jalan Piere Tendean atau yang dulu populer dengan Jalan Boulevard – pusat bisnis, kuliner dan lifestyle di kota Manado.

Pukul 13 hingga 14, Menyusuri Kawasan Megamas Manado hingga Malalayang

Tanyalah kepada warga sekitar Jalan Piere Tendean atau Boulevard ini, trayek angkot yang mengarah ke Pantai Malalayang. Tujuan akhir city tour sobat adalah Pantai Malalayang, yang perairannya disebut dengan Manado Bay atau Teluk Manado. Dalam tempo 15 menit sobat akan tiba di Pantai Malalayang Manado. Mintalah sopir untuk menurunkan sobat di seberang pantai ini.

Sepanjang jalan menuju Pantai Malalayang, sobat akan melintasi suasana pertokoan yang sangat jauh berbeda dengan kondisi pertokoan di kawasan Pasar 45 tadi. Sejumlah hotel berbintang berdiri megah di kawasan baru pusat bisnis ini. Sejumlah mal besar pun ada di kawasan ini, seperti Manado Town Square (Mantos), IT Center Manado, Megamall, dan Bahu Mal. Beberapa restoran besar seperti yang ada di Jakarta pun eksis di sini. Demikian pula dengan kafe dan rumah makan, terletak di sepanjang pusat kuliner Manado ini.

Tiba di Pantai Malalayang, sobat akan melihat sederet rumah makan sederhana, yang dalam bahasa lokal disebut dengan sabuah bulu (pondok dari bambu) yang berdiri di pinggir jalan, berbatasan dengan sisa-sisa beton panjang di era 90-an itu. Mampirlah di salah satu sabuah bulu itu, dan cobalah santap “gohu” (asinan khas Manado).

Perairan yang sobat lihat di depan mata itu merupakan bagian dari perairan Manado Bay. Kawasan Manado Bay ini termasuk salah satu tujuan para divers domestik dan mancanegara, karena di bawah perairan Manado Bay terdapat aneka critters atau biota laut unik berukuran kecil yang diburu para fotografer bawah air. Kondisi bawah laut Teluk Manado ini mirip dengan Selat Lembeh, Bitung.

cara ke bunaken ala backpacker
snorkeling di perairan teluk manado (by harianterbit.com)

Pukul 15, Menuju Bandara Sam Ratulangi

Waktu sudah menunjukkan pukul 15, saatnya sobat traveler menuju ke bandara. Dari sabuah bulu ini sobat akan menumpangi angkot ke Terminal Malalayang, tak jauh dari Pantai Malalayang ini.

Dari Terminal Malalayang, sobat akan tumpangi angkot lagi dengan trayek Malalayang-Paal Dua. Jika lancar, tak lebih dari 30 menit sobat sudah tiba di Terminal Paal Dua. Dari Terminal Paal Dua, sobat berganti angkot jurusan Paal Dua-Lapangan.

Jika perjalanan lancar, sekitar pukul 16, sobat sudah tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado. Maka usailah kunjungan wisata 3 hari sobat di Bunaken dan kota Manado.

So, total biaya wisata di Bunaken dan city tour Manado, termasuk tiket pesawat pergi-pulang (dihitung 1 juta per flight), tak lebih dari 3,5 juta rupiah saja. Cara ke Bunaken ala Backpacker ini cukup terjangkau, bukan?

Lihat pula:

8 Hotel Murah di Bunaken Terkini

Calvyn Toar

Digital Marketer, SEO-SMO Expert, Content Creator, Web Developer, Ghostwriter, Political Marketing Strategy, Trader | driven by heart | 0881 0244 23948 (WA only) "Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, anda bisa berubah untuk maju; anda dapat lakukan apapun yang anda mau, & menjadi apapun yang anda ingin jadi" (calvyntoar/jan 2016)

Tinggalkan Balasan

Close Menu
Klik disini
1
Ada pertanyaan?
Hi, ayo bertanya :)
Powered by