Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Calvyn Toar
Administrator
More Ads ByCalvyn Toar
  • Map View
  • Street View
  • Directions

Manado Tua – Eksotika Berbalut Sejarah Manado

  • Posted on in  Nature
  • 635
Description

Manado Tua atau kadang disebut pula Gunung Manado Tua) berada di bagian barat Pulau Bunaken. Pulau ini memiliki luas 1.056,02 m2, dengan garis pantai sepanjang 12.280 m. Manado Tua merupakan bagian dari Kecamatan Bunaken. Dari Bunaken ke Manado Tua berjarak sekitar 4 km. Manado Tua terbagi 2: Manado Tua 1 (kampung Pangalingan dan Papindang) dan Manado Tua 2 (kampung Negri dan Bualo).

Manado Tua adalah dataran berupa gunung yang menjulang tinggi hingga 655 meter dari permukaan laut ini memiliki puncak yang bukan gunung berapi. Tetapi justeru, di bawah lautnya terdapat gunung api aktif yang baru bisa terlihat para penyelam pada kedalaman 150 meter; mengeluarkan gelembung-gelembung udara dan terdapat karang larva. Wow!

Salah satu tujuan wisata Manado ini dikenal sebagai salah satu tempat dimana Lumba-lumba liar dapat terlihat menari di permukaan lautnya. Beruntung, jika sobat dapat menyaksikan sekawanan Lumba-lumba itu muncul. Di Indonesia, ada 4 tempat tujuan wisata yang terkenal dengan kehadiran Lumba-lumba tanpa diundang. Selain di sekitar Pulau Manado Tua, Pulau Derawan-Kalimantan Timur, Teluk Kiluan-Lampung, dan Pantai Lovina-Bali, Lumba-lumba sering muncul seolah sengaja menyapa hangat para wisatawan.

 manado tua tempat lumba-lumba beraksi

(ilustrasi by 7-themes.com)

Berwisata di Manado Tua mendapatkan dua hal sekaligus. Eksotisme daratannya yang tak biasa, yakni menjulang bak gunung berapi, lengkap dengan vegetasi pepohonan hijau khas tropis dan hewan di dalamnya. Serta, eksotisme bawah lautnya yang menjadi rumah subur bagi ratusan jenis terumbu karang (coral reef), dugong, penyu sisik, green sea turtle (penyu hijau), Hippocampus sp, kima raksasa, dll  – Semua itu adalah objek wisata maha luas yang tak habis sehari untuk diselami!

Semua eksotisme tersebut dibalut dalam jejak sejarah kerajaan Bawontehu yang pernah berjaya di pulau ini mulai tahun 1246 – terhadap sejarah masa lalu ini, memang perlu kajian sejarah yang lebih serius dan komprehensif.

Cara menuju ke Manado Tua

Maskapai penerbangan domestik, seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan lainnya terbang setiap hari dari Jakarta dan Makassar ke Manado. Ada pula penerbangan dari  Surabaya dan Bali menuju Manado. Sedangkan, maskapai Silk Air terbang empat kali dalam seminggu dari Bandara Singapura ke Manado. Semua maskapai penerbangan tersebut akan mendarat di Bandara Sam Ratulangi.

Untuk mencapai Manado Tua, dari Bandara Sam Ratulangi sobat terlebih dahulu menuju ke Pelabuhan Manado. Dari sini, membutuhkan jarak tempuh 10 mil laut, selama 1 jam perjalanan dengan kapal motor (speedboat) untuk tiba di dermaga Manado Tua.

Biaya ke sini mulai dari 500-an ribu hingga 1 juta rupiah per rombongan. Bernegosiasilah terlebih dahulu perihal biaya ini dengan sejumlah pemilik kapal motor yang sandar di Pelabuhan Manado.

Saat yang tepat wisata ke Manado Tua

Datanglah ke sini pada bulan Juli dan Agustus. Inilah saat dimana kawasan perairan pulau ini sangat bagus view bawah lautnya. Rencanakan lebih awal waktu pemesanan tiket pesawat dan reservasi hotel sobat jika berencana menginap di pusat kota Manado.

Apa yang dapat dilakukan di sini

Sebagai bagian dari kawasan Taman Nasional Bunaken (TNB), pesona bawah laut Manado Tua pun memukau! Aneka biota laut, ikan dan coral reef cantik dapat disaksikan di sini.

Penyu sisik dapat sobat jumpai di bawah perairan ini. Terumbu karang di perairan ini didominasi oleh jenis: Holomitra sp, Galaxea sp, Seriaattopora sp, Pachyseris sp, Porites sp dan banyak lagi. Dan jika Lumba-lumba terlihat menari-nari di permukaan laut, sobat termasuk beruntung!

snorkeling di dekat manado tua

snorkeling di dekat manado tua (by awdisulutnews.com)

Sebagaimana ciri khas wisata di kawasan TNB, sobat dapat pula menikmati taman laut cantik Manado Tua dengan menumpangi perahu berkaca (Katamaran).

Sejumlah rekreasi air seperti boat sailing, ski dan jet ski, dapat pula dilakukan di perairan ini, karena ombak relatif tenang.

Di bagian timur, selatan, dan barat pulau ini dipenuhi dengan pasir putih dan bebatuan. Para turis asing kerap berjemur (sunbathing) di sini. Sobat mau coba sunbathing?

Di luar yang berhubungan dengan air, sobat traveler dapat berkeliling (sightseeing) pantainya (Pantai Raja, Pantai Apeng Gugu, Pantai Apeng Salah), wisata hutan lindung, dan melihat sejumlah jejak sejarah, yakni makam (yang diyakini) para pemimpin Kerajaan Bawontehu. Sebagian sejarawan meyakini, Kerajaan Bawontehu merupakan cikal bakal Manado yang sekarang. Dengan kata lain, Sejarah Manado tak bisa dilepaskan dari eksistensi Kerajaan Bawontehu, sebagai Manado Mula-mula.

Jogging di pantai, bersepeda mengitari pantai, dan berkemah, merupakan sekian aktivitas yang juga dapat dilakukan.

Aktivitas wisata yang satu ini pun tak kalah seru! Mendaki puncak gunungnya. Melintasi kawasan ladang dan hutan, sobat akan menjumpai monyet Crested macaca nigra, kuskus phalanger celelensis, dan burung enggang. Tiba di puncak gunung yang diberi nama Bowon Tehung, yang seriring waktu disebut dengan Bowontehu (Bobontehu), artinya: tempat paling atas untuk melihat. Dari puncak gunung ini, sobat traveler dapat melihat panorama tiada duanya. Kapal-kapal dan perahu nelayan yang mengarungi birunya lautan Sulawesi, kota Manado di kejauhan, dan pulau-pulau tetangga: Pulau Siladen, Bunaken, Nain dan Mantehage.

Kuliner di sini

Kuliner di pulau ini sama dengan yang ada di kota Manado. Sejumlah warung makan milik warga menyediakan menu makanan khas Manado yang halal untuk dicicipi. Sobat dapat bertanya seputar makanan itu sebelum memilih menyantapnya ya.

Penginapan di Manado Tua

Jika sobat berniat mengeksplore lebih jauh eksotisme bawah laut dan daratan kawasan Manado Tua, rumah penduduk setempat biasa menjadi tempat menginap (homestay) para wisatawan.

Warga setempat telah sadar wisata. Jadi, mudah untuk mendapatkan home stay di sini. Soal harga, tentu saja tergantung kesepakatan dengan warga setempat. Bisa jadi, sobat traveler tidak dipungut biaya apapun lho.

SIMAK JUGA – 25 Penginapan di Pulau Bunaken dan Sekitarnya

Namun, andai sobat ingin merasakan kenyamanan sebuah hotel wisata, maka Pulau Bunaken dan Pulau Siladen menyediakannya. Sejumlah hotel dan resort bertaraf internasional eksis di kedua pulau tetangga Manado Tua ini.

Tips Wisata di Manado Tua

Perlu membawa sunblock dan sejenisnya untuk melindungi kulit sobat dari terik matahari yang menyengat, utamanya ketika berada di pantai.

Peralatan selam dapat sobat sewa di pulau ini, lengkap dengan guide-nya yang berlisensi. Namun, jika sobat hanya ingin menikmati pesona Manado Tua dengan cara snorkeling, sobat dapat membawanya sendiri jika punya.

Membawa kamera (handphone) berkualitas baik tentu keharusan manakala sedang berwisata. Abadikanlah eksotisme pulau ini dalam bidikan sobat.

Membawa peralatan P3K pun dianjurkan untuk sobat bawa sendiri seperlunya, mengingat sejumlah aktivitas fisik yang akan dilakukan di sini.

Berangkatlah pagi hari agar waktu kunjungan ke pulau bak gunung api ini dapat lebih panjang, dan sobat traveler pun memiliki cukup waktu untuk mencari kapal motor yang akan ditumpangi.

manado tua tampak gagah dari kota manado

view manado tua dari kota manado (by skyscrapercity.com)

Jika sudah sampai di pusat kota Manado, utamanya jika berada di Kawasan Mega Mas, Pantai Malalayang dan atau Jembatan Soekarno, sobat traveler dapat melihat dengan jelas Manado Tua yang tampak seperti gunung, dan seolah mengapung di lautan Sulawesi. Hanya butuh waktu sejam dengan moda transportasi laut untuk tiba di Pulau Manado Tua.

Tempat wisata di Manado bukan cuma Bunaken. Mumpung sudah berada di kota Manado, kenapa tidak sekalian melancong ke Pulau Manado Tua yang mempesona, tempat dimana eksotisme laut dan darat berbalut sejarah Kerajaan Bawontehu – Salah satu tempat wisata Manado yang oleh sebagian sejarawan, dipandang sebagai Manado yang pertama, sebelum kota Manado (Wenang) yang sekarang dikenal.

 

Baca juga:

Pasir Timbul Nain – Sepetak Surga Sesaat di Bumi Nyiur Melambai

Manado Menuju Waterfront City Berkelas Dunia

 

 

0 Reviews

Looking for review? There is no review here!