Tugu Pendaratan Batalyon Worang berada di ujung Jalan Sam Ratulangi. Tepatnya di Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Manado. Posisi patung ini sangat dekat dengan pintu gerbang Kawasan Niaga 45. Dan, berjarak sepelemparan batu dengan Jumbo Pasar Swalayan.

Tugu Pendaratan Batalyon Worang ini dibangun semasa Gubernur Hein Victor Worang, oleh pematung Alex Wetik dan Mingkid. Di Manado, tugu tersebut menjadi satu-satunya tugu dengan tema “tentara”.

tugu-pendaratan-batalyon-worang

Jika diperhatikan baik-baik, ada karakter 7 orang tentara pada tugu tersebut. Hal itu memang hendak menggambarkan kenyataan aslinya, dimana Batalyon Worang terdiri dari 7 kompi: Kompi Wuisan, Kompi Wim Tenges, Kompi Yuus Somba, Kompi Utu Lalu, Kompi Andi Odang, Kompi Wim Yoseph, dan Kompi John Ottay.

Awalnya, Batalyon Worang bernama Batalyon B dalam Brigade 16 TNI AD. Batalyon yang dikomandoi oleh Mayor HV Worang ini dibentuk untuk tugas utama: Mempertahankan keutuhan NKRI dari berbagai gerakan separatis saat itu. Batalyon ini melakukan beberapa operasi militer, yaitu di Jakarta, Jawa Timur, Makassar, Manado, dan terakhir di Ambon. Di Maluku, batalyon ini ikut menumpas Republik Maluku Selatan (RMS). Pasukan Batalyon Worang berjumlah sekitar 1.100 orang.

jumbo-pasar-swalayan-manado

Jasanya yang besar bagi republik, dan khususnya bagi tanah kelahirannya, Mayjen HV Worang akhirnya dilantik sebagai gubernur ke-5 Sulawesi Utara (Sulut), pada tanggal 2 Maret 1967. Putera Minahasa pertama yang menjadi Jenderal TNI AD berbintang dua ini menjabat Gubernur Sulut hingga 21 Juni 1978. Tokoh Sulut, HV Worang, semasa menjabat, terkenal sangat merakyat, memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan ke pusat-pusat perkebunan kopra dan cengkeh Sulut, dan sangat peduli dengan pelestarian budaya; beberapa patung tokoh di Manado, dibangun dimasa pemerintahannya.

Baca juga:

Jumbo Pasar Swalayan

Titik Nol Manado

Bagikan:
Close Menu
Klik disini
1
Mau Bertanya?
Hi, ayo bertanya :)
Powered by