Gereja Tertua di Manado, Situs Sejarah-Religi

Gereja Tertua di Manado adalah Gereja Sentrum Manado. Awalnya, gereja ini bernama Gereja Besar (Oude Kerk) Manado. Berdiri bersamaan dengan dibangunnya Benteng Forth Nieuw Amsterdam, di sekitar Kampung Texas Manado hingga ke Gedung Juang, tak jauh dari lokasi gereja, yakni pada tahun 1677.

Pada masa awal, gereja ini berada di bawah Indische Kerk (Gereja Negara), Belanda. Sejarah mencatat, kemudian muncul ketidakpuasan, akibat kehidupan rohani yang dikuasai oleh negara. Maka berdirilah KGPM (Kerapatan Gereja Protestan Minahasa) atau Sidang Jemaat “Wale Pinaesaan E Wakan”, pada 29 Oktober 1933, sebagai jawaban atas pemisahan Gereja dari negara.

Hampir setahun kemudian, yakni pada 30 September 1934, Gereja Protestan di Manado, Minahasa dan Bitung pun menyatakan mandiri, dengan sebutan: Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Kedudukan kantornya tidak lagi di Manado, tapi dipindahkan ke kota bunga, Tomohon hingga saat ini. Sedangkan, kata “Sentrum” yang dapat berarti “pusat” ini, baru dipakai setelah kemerdekaan Indonesia.

gereja sentrum manado gereja tertua di manado

Pada masa pendudukan Jepang di Manado, gereja tua ini pernah menjadi pusat/markas Manado Syuu Kiri Sutokyop Kyookai (MSKK) yang dipimpin oleh seorang Pendeta Jepang, Hamasaki.

Pada perang dunia II, Gereja Besar Manado hancur di bom. Sebuah lubang besar bekas bom terlihat kala itu. Untuk mengenangnya, dibangunlah Tugu Perang Dunia II, yang berada di samping kiri pintu gerbang Gereja, yang eksis hingga sekarang.

Pada 1952, Gereja yang merupakan artefak budaya ini dibangun kembali dan ditahbiskan pada 10 Oktober 1952.

Gaya arsitektur Gereja Sentrum Manado sesuai dengan bentuk khas gereja-gereja Protestan di negeri Belanda; Berbentuk persegi, sebagai simbol empat penjuru mata angin.

Pada 2017, usia gereja tertua di Manado ini telah mencapai 340 tahun. Saat ini, Gereja Sentrum Manado tak sekadar sebagai salah satu pusat religi umat Kristen Manado, tetapi eksistensi bangunannya telah menjadi artefak budaya dan situs sejarah-religi di kota Manado.

turis di gereja tertua di manado

gereja sentrum manado sering dikunjungi wisatawan asal tiongkok (via manadoline.com)

Setiap hari, selalu ada turis lokal dan mancanegara yang datang berkunjung. Beberapa tahun terakhir, wisatawan asal Tiongkok yang paling banyak ke sini, dan terpukau dengan eksistensi ratusan tahun gereja tertua di Manado, berarsitektur kolonial yang kental.

Pada 1995, Ratu Beatrix dari Belanda dan suaminya, Pangeran Claus Van Amsberg, pernah mengunjungi gereja ini.

Objek wisata sejarah-religi ini recommended masuk dalam Itinerary wisata sobat traveler selama berada di tanah Toar-Lumimuut.

 

 

dari berbagai sumber

 

 

Attachments
Calvyn MHT

digital marketer, startup developer, seo analyzer, publisher | driven by heart | 0812 8069 8459 - SMS before please "Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, Anda bisa berubah untuk maju; And...

Related Post

thumbnail
hover

7 Homestay di Manado: Pas untuk...

Homestay di Manado – Apa sebenarnya yang dimaksud dengan homestay itu? Homestay mirip dengan guesthouse. Hanya, biasanya pemilik rumah tin...

thumbnail
hover

5 Guesthouse di Manado: Cocok untuk...

5 Guesthouse di Manado – Menurut infobaswara.com, Guesthouse adalah tempat penginapan yang menyerupai rumah dengan beberapa kamar yang dis...

thumbnail
hover

Manado Kota Tujuan Wisata Akhir Tahun

Manado, Kota Seribu Gereja ini menjadi paling istimewa saat natal tiba hingga tutup tahun. Betapa tidak, suasana bak kota-kota di Eropa dan ...

Leave us a comment

logged inYou must be to post a comment.