KARLOTA Artinya dalam Bahasa Manado, Karlota Artinya di Tik Tok, dan Karlota Artinya dalam Bahasa Gaul Manado, banyak dicari arti atau maknanya belakangan ini. Apa sebabnya? Bisa jadi, lantaran bermunculan beberapa Lagu Manado bertema Karlota yang di-upload via youtube dan dimainkan para Tik Toker, lalu menjadi viral, seperti pada Channel Doni Andira Official dan Tian Storm (pencipta lagu Anjing Kacili).

Apa Itu Karlota

Lalu, Apa Arti Karlota sebenarnya? Yuk, lihat latar belakangnya dulu ya, supaya pemahamannya menjadi lengkap dan maknanya pun tepat.

Karlota atau Carlota adalah sebuah kata yang menjadi populer digunakan orang Manado, bermula saat penayangan telenovela Meksiko, Maria Cinta yang Hilang (María la del barrio). Telenovela yang tayang pada 14 Agustus 1995 sampai 26 April 1996 (185 episode) itu, sukses menyedot perhatian penonton tanah air, utamanya para kaum Hawa.

Kendati merupakan remake dari Los Ricos También Lloran (Orang Kaya pun Menangis), Telenovela itu adalah yang tersukses yang pernah diproduksi di Meksiko. Bagaimana tidak, Opera Sabun itu sukses disiarkan di lebih dari 180 negara.

Luis dan Maria dalam Maria Cinta yang Hilang

Kenapa telenovela tersebut begitu populer? Karena, selain berhasil menghadirkan cerita yang kompleks berdasar pada rumitnya kisah cinta segitiga, telenovela ini dibintangi para pelaku peran papan atas negeri Sombrero, yakni: Aktris cantik nan seksi, Thalia (sebagai Maria Hernandez yang berasal dari keluarga tidak mampu), aktor ganteng, Fernando Colunga (sebagai Luis Fernando, anak orang kaya raya), dan peran antagonis utama, Itatí Cantoral (sebagai Soraya Montenegro, dari keluarga kaya). Dalam konteks kekinian, Soraya Montenegro bisa dibilang sebagai pelakor.

soraya dan carlota, sekutu kompak

Carlota atau sering ditulis dengan Karlota adalah salah satu karakter antagonis, selain Soraya Montenegro. Carlota, sangat berhasil diperankan oleh Rebeca Manríquez. Sangat berhasil, karena meskipun Carlota cuma seorang asisten rumah tangga di rumah mewah Luis Fernando, dalam kacamata penonton tanah air, utamanya di Manado, ia paling dibenci. Dibenci, bukan karena pekerjaannya, tetapi lantaran sifat dan perilakunya yang buruk.

carlota, peran antagonis paling kontroversial

Suka Menguping sekaligus Kepo

Sifat dan perilaku buruk apa yang ditunjukkan oleh Carlota? Sebagai asisten rumah tangga, ia bukannya ada di pihak tuannya, Luis Fernando yang kemudian memilih Maria Hernandez sebagai isterinya ketimbang Soraya – Carlota malah menjadi sekutu utama si jahat, Soraya Montenegro, yang bertujuan merebut Luis Fernando (mantannya) dari Maria, karena merasa lebih pantas secara status sosial.

Dia, si Carlota, merupakan salah satu karakter paling kontroversial dalam Maria Cinta yang Hilang. Karakternya yang terang benderang ditampilkan adalah: Suka Menguping dan selalu super Kepo. Selalu mencari tahu apa saja kejadian, informasi dan konflik yang terjadi dalam hubungan Maria dan Luis. Informasi tersebut, apa adanya dan atau telah sengaja dibumbui, disampaikannya kepada Soraya.

Cerewet dan Tukang Gosip

(img by inc.com)

Tak cuma penguping yang parah, Carlota pun doyan bergosip dan bahkan memanas-manasi hubungan Maria dan Luis, baik pra-menikah hingga telah resmi menikah, agar retak dan hancur. Tentu saja, Soraya yang paling mendapatkan keuntungan karena ulahnya.

Semua karakter buruk yang ditampilkan Carlota bersumber dari MULUTNYA! Jika ia sudah berbicara kepada lawan bicaranya, ia tampak sangat cerewet – seolah tak pernah stop berbicara – selalu bicara yang mengandung kejahatan, dusta dan bersifat menghancurkan. Itulah mengapa Carlota sangat dibenci para penonton yang larut dalam cerita, dan seolah ‘masuk’ dalam kisah Maria Cinta yang Hilang.

Jadi, Apa Itu Karlota?

Jika disimpulkan dari uraian di atas, sejak 1995 hingga dengan hari ini, Karlota artinya:

1. Penguping parah

Dalam Bahasa Manado, Penguping parah, bisa diwakili oleh kata “Pambapusing“ (Kepusingan dengan urusan orang lain).

Karlota adalah Penguping tingkat parah, atau Penguping The Next Level.

2. Kepo                  

Dalam Bahasa Manado, Kepo, bisa diwakili oleh kata “Pangtau” (Suka mencari tahu). Kata ini sebenarnya bisa bermakna positif, misalnya: Mahasiswa yang selalu berusaha “mencari tahu” segala informasi terbaru demi menopang studinya. Namun, kata ini menjadi negatif, jika si Pangtau itu, mencari tahu segala info dan lalu info tersebut dipelintir kebenarannya (fakta diputarbalikkan).

3. Tukang Gosip sekaligus Tukang Kompor

Sebenarnya, Gosip (Ghibah) bukanlah profesi sehingga harus menggunakan kata awal ‘tukang’. Menjadi disebut tukang gosip, karena aktivitas buruk tersebut seolah menjadi ‘pekerjaan’ bagi si pelaku; Seolah tidak tenang dan bahagia hidupnya, bila dalam sehari belum bergosip ria.

SIMAK PULA: Bahasa Gaul Manado, Bahasa Prokemnya Manado

Gosip atau gunjing adalah sebuah obrolan atau rumor kosong, yang biasanya berkaitan tentang urusan pribadi orang lain, bahkan tak jarang mengumbar aib orang.

Dengan kata lain, gosip selalu negatif ujungnya – Mengandung data dan fakta desas-desus (rumor) yang belum terbukti kebenarannya. Bagi para pelaku yang sudah parah level-nya, kegiatan bergosip selalu begitu menyenangkan. Menyenangkan, karena persis dengan akronim dari GOSIP itu sendiri: Semakin diGOSOK semakin SIPP…!

karlota artinya dalam bahasa manado
(img by centropsicoterapia.it)

Tak jauh-jauh dari Tukang Gosip, ada ‘Tukang Kompor’. Tukang Kompor adalah istilah bagi orang yang suka memanas-manasi orang lain berkaitan dengan situasi yang sedang terjadi.

Tukang Kompor adalah saudara tiri dari gosip. Hoax adalah saudara kembarnya.   

Biasanya, perilaku Ghibah dan Tukang Kompor dilandasi oleh sikap Julid (Sunda: Binjulid), yang bermakna: Iri, dengki, dan sikap kekanak-kanakan dalam menanggapi sesuatu hal.

4. Cerewet

Ke-3 perilaku di atas, utamanya selalu melibatkan mulut. Begitu pula si Carlota. Mulutnya tak pernah berhenti berbicara. Ngomong sana, ngomong sini. Ngomong ini, ngomong itu. Cerewet! Dalam Bahasa Manado, cerewet bisa diwakili oleh kata “Pangbacarita” dan bisa juga “Pangbamulu”.

SIMAK PULA: Idiom dan Istilah Populer Bahasa Manado

Sama dengan Pangtau, Pangbacarita (doyan ngobrol) pun mengandung 2 sisi, positif dan juga negatif. Pangbacarita atau Cerewet menjadi bermakna positif, misalnya bila seseorang doyan ngobrol ini itu, tapi tidak berunsur rumor/gosip (hoax).

Contoh lain, bila ada seorang anak balita yang baru lancar bicara – ia akan bicara apa saja, berdasarkan kata-kata (baru) yang telah diserapnya. Dalam hal ini, tentu orangtua sangat senang dan akan mendorong terus anaknya itu semakin banyak bicara – Tapi bagi orang lain, anak itu bisa disebut cerewet sekali, alias Pangbacarita.   

cerewet tidak melulu bermakna karlota
(img by nawesabi.com)

Sedangkan, kata Pangbamulu, lebih dominan bermakna negatif. Kata ini bisa berarti “suka menceritakan kejelekan (aib) orang lain”.

Cerewet itu tak mengapa. Tidak salah. Sepanjang, cerewet itu tidak membicarakan aib orang, apalagi menebar hoax sini sana!

Sebagai sebuah refleksi, kalimat ini wajib diingat sepanjang napas di kandung badan: Lebih baik diam seribu bahasa, daripada bicara sepatah dua kata yang menggores luka dan berujung duka.

Akibat Karlota

Akibat Mulu Karlota (Mulut Karlota), gak main-main. Tidak sedikit, lantaran Karlota, pertemanan retak, hubungan serius – putus, komunikasi dengan tetangga terganggu, kedekatan keluarga merenggang, dan bahkan rumah tangga pun hancur.

Jadi, jangan memandang remeh Mulut Karlota…!

Kesimpulan Arti Karlota

Dalam pengertian sederhana yang tidak melulu negatif, Karlota bisa bermakna: Cerewet. Dengan kata lain, Cerewet adalah kasta terendah dari Karlota.

Sedangkan, dalam pengertian lebih luas yang KECENDERUNGANNYA negatif, Arti dari Karlota, bermakna JAMAK. Karlota adalah Penguping, Kepo, Penggosip (Ghibah), Julid, dan Pengompor keadaan.

Calvyn Toar

Digital Marketer, SEO-SMO Expert, Content Creator, Web Developer, Ghostwriter, Political Marketing Strategy, Trader | driven by heart | 0819 0824 5558 (WA only)"Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, anda bisa berubah untuk maju; anda dapat lakukan apapun yang anda mau, & menjadi apapun yang anda ingin jadi" (calvyntoar/jan 2016)