Orang Borgo di Manado, Siapakah Mereka?

ORANG Borgo, memiliki similiar penyebutan lain, yakni: Suku Borgo, Kaum Borgo Manado, Komunitas Borgo, dan Keturunan Borgo. Sebenarnya, siapa itu Orang Borgo? Nama “Borgo” berasal dari bahasa Belanda “Burger”. Oleh Belanda, mereka disebut dengan “Vrijburgers”, yang artinya: “Bebas”.

 

Hasil Kawin Campur

Orang Borgo di Manado dan Sulawesi Utara (Sulut) pada umumnya, telah ada sejak abad ke-XVI. Orang Borgo atau Kaum Borgo adalah keturunan langsung, hasil perkawinan campur antar suku Minahasa asli dengan orang-orang Eropa: Belanda, Spanyol, dan Portugis, yang pada abad XVI, datang berdagang di kota Manado (yang sekarang).

gadis manado keturunan orang borgo terkenal cantik

(by greeneffo.blogspot.co.id)

Pada waktu itu, kedatangan orang-orang Eropa ke Manado bukan sekadar berdagang (membeli hasil bumi), seiring waktu, para misioner mereka turut serta, menjalankan Misi Injil, dan kemudian membangun sekolah-sekolah dan gereja (Katolik dan Protestan).

Ramainya aktivitas niaga, sekolah dan gereja, di kota yang baru terbentuk: Manado, kemudian menarik perhatian “orang gunung”, yaitu istilah yang disematkan kepada penduduk asli Minahasa yang tinggal di dataran tinggi (pegunungan), untuk datang ke Manado. Mulai waktu itulah, muncul pemukiman-pemukiman awal di Manado.

Sedari dulu, orang Minahasa itu mewarisi sikap terbuka, percaya diri dan mudah bergaul. Perkawinan campur dengan orang-orang Eropa tersebut diperkirakan terjadi di akhir abad XVI dan semakin luas hingga abad XVII. Terkait ini, ada kalangan yang berpendapat, bahwa Suku Borgo, lebih tepat masuk dalam sub-suku Tombulu, karena orang-orang Eropa pertama kali melakukan kawin campur dengan orang-orang Tombulu. Maka, muncullah komunitas Borgo yang menjadi salah satu sub-etnis Minahasa. Pendapat ini tentu perlu kajian sejarah dan antropologis lebih komperehensif.

 

Previlege Orang Borgo

Oleh pemerintah Belanda yang kemudian menjajah Manado, Orang Borgo sempat mendapatkan hak istimewa, yakni tidak dikenakan kewajiban untuk membayar pajak. Tidak demikian halnya dengan orang-orang Minahasa pada umumnya. Previlege itu diperoleh Kaum Borgo sampai dengan tahun 1919.

Pada 1854, penduduk Kota Manado tercatat berkisar 2.529 orang. Dari jumlah itu, terdapat 1.043 orang keturunan Borgo, 291 orang keturunan Eropa asli, 630 orang keturunan Cina, dan sisanya orang keturunan Arab dan pribumi Minahasa. Masa itu, orang Minahasa belum banyak yang menetap di Manado. Sebagian besar dari mereka hanya datang berniaga beberapa saat, dan kembali lagi ke gunung atau pedalaman (hinterland).

Dan, pada 1921, jumlah Orang Borgo bertambah cukup pesat, yakni tercatat sebanyak 11.516 jiwa.

 

Heterogen Manado Sudah Lama Tercipta

Kedatangan para pendatang dari Maluku, Flores, Timor, Jawa, Banjar, dll, semakin meramaikan kota. Beberapa di antaranya kemudian membentuk komunitas kampung sendiri, seperti munculnya Kampung Arab (sekarang masih eksis di kawasan Timur Manado) dan Kampung Cina (masih eksis di dekat pusat niaga lama kota Manado).

kampung arab manado

(by manadokota.go.id)

Banyaknya pendatang, heterogenitas kota pun terbentuk, lengkap dengan agamanya yang berbeda-beda. Namun, semua hidup rukun dan damai. Semua dipersatukan dengan dialek Manado pasar atau yang kini dikenal dengan dialek/Bahasa Manado.

 

Penampilan Parlente Ciri Orang Borgo

Komunitas Orang Borgo, sekarang ini kebanyakan bermukim di Selatan Manado (sekarang di daerah Malalayang, Bahu, dan Pondol), serta sebagian di Mahakeret, Tikala, dan Sindulang; Terdapat pula di Kema, Amurang, dan sejumlah wilayah lain di Minahasa. Dulu, Orang Borgo tampil sangat berbeda. Penampilan mereka parlente; Selalu tampil necis (rapi) dan tampak kebarat-baratan.

 

Orang Borgo Fam Eropa

Lantaran merupakan keturunan Eropa, Orang Borgo di Manado saat itu hingga kini, mempunyai ciri-ciri fisik dengan tampang endo (wajahnya seperti bule), dan menyandang marga atau fam (family name) yang sangat berbau Eropa, seperti: Meyer, Douwesdekker, Van Derslood, Van Behen, Van Bone, Boulegraaf, Frans, Marcus, Gontha, Golose, George, Matheozs, Molenaar, Thomas, Setlight, Heydemanns, Lucas, Andries, Paulus, Fredrick, Winter, dll.   

 

SIMAK PULA – Fam Orang Manado & Artinya

Warisan Keturunan Orang Borgo

Suku Borgo ini masih melestarikan sebuah tarian tradisional yang sangat berbau Eropa, yakni Tari Katrili. Tarian ini sebenarnya merupakan perpaduan budaya Minahasa, Portugis dan Spanyol. Itu sebabnya, kendati tergolong tarian tradisional, tarian ini tampak sangat modern. Para pria muda (biasanya) mengenakan jas hitam (dalaman kemeja putih) dan juga bertopi hitam, sedangkan yang wanita muda berpakaian gaun panjang (biasanya dengan dominasi warna merah muda atau biru). Mereka berpasang-pasangan. Biasanya ada 6 pasang.

Tari Katrili ini sebenarnya merupakan perlambang sukacita dari pedagang Eropa yang telah membeli berlimpahnya hasil bumi Minahasa, maka itu mereka merayakannya bersama penduduk lokal kala itu. Jadi, Tari Katrili adalah tarian tradisional Minahasa dengan citarasa Eropa.

tari katrili warisan orang borgo di manado

tari katrili warisan orang borgo di manado (by indonesiakaya.com)

Selain Tari Katrili, Suku Borgo juga mewariskan apa yang dikenal dengan “Mekiwuka”, yaitu upacara adat etnik Borgo dalam rangka memasuki “taong baru” (tahun baru) atau yang populer dikenal dengan “kunci taong” (kunci tahun) pada bulan januari, yakni permohonan kepada Tuhan agar dibukakan jalan untuk memperoleh banyak berkat dalam menjalani tahun yang baru. Upacara adat Mekiwuka itu dirangkai dengan atraksi budaya (kesenian rakyat) yang disebut dengan cakaiba/sakaiba atau figura (Latin: Figur; Sosok).

Kesenian rakyat ini telah muncul beberapa ratus tahun lalu di jazirah pesisir teluk Manado. Figura merupakan seni budaya yang diadopsi dari kesenian Yunani Klasik. Seni ini lebih dekat dengan seni pantomim atau seni menirukan laku atau watak dari seorang tokoh yang dikenal atau diciptakan. Kesenian ini dibawa oleh pelaut Spanyol (Conquistadores) yang singgah dan tinggal di sekitar pelabuhan Manado. Figura merupakan kesenian yang dapat menghadirkan dramaturgi pendek terhadap sosok atau perilaku tokoh-tokoh yang dianggap berperan dalam mengisi tradisi baik-buruk dari sosok dan watak manusia.

Lalu, masih adakah Orang Borgo di Manado saat ini? Masih! Mereka telah menjadi sub-suku Minahasa yang tak dapat dilepaskan dari sejarah Minahasa. Mereka telah lama membaur dan menjadi benar-benar Minahasa, serta ikut berkontribusi bagi pengembangan Kota Manado seperti sekarang ini.

Orang Borgo di Manado adalah orang Minahasa; Mereka keturunan asing (Eropa) yang sama sekali tidak lagi asing.

 

 

dari berbagai sumber

 

 

Attachments
Calvyn MHT

digital marketer, startup developer, seo analyzer, publisher | driven by heart | 0812 8069 8459 – SMS before please

“Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, Anda bisa beruba...

Related Post

thumbnail
hover

Tarif ke Bunaken Saat Ini

Akhir tahun 2017 sudah di depan mata. Masa ini adalah masa liburan Natal dan Tahun Baru; Saat yang pas menuju ke Taman Laut Bunaken, salah s...

thumbnail
hover

Bunaken, Sejatinya Taman Laut

BUNAKEN adalah ikon wisata Manado yang utama. Tidak seperti Bali, yang terkenal dengan panorama pantainya, Bunaken dikenal sebagai tujuan wi...

thumbnail
hover

Bahasa Manado Paling Dicari Sepanjang 2017

Tak terasa tahun 2017 segera berakhir. Dan sejumlah kosakata Bahasa Manado paling dicari sepanjang 2017 via Google, terdata pula oleh situs ...

Leave us a comment

logged inYou must be to post a comment.