Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Lagu Manado Torang Samua Basudara Sarat Makna

LAMA tak mengupdate perihal Lagu Manado, rupanya ada Lagu Manado Torang Samua Basudara, ciptaan Rama Aiphama.

Tak banyak info perihal Lagu Manado Torang Samua Basudara ini. Dari penelusuran penulis, sepertinya lagu Manado yang mengusung slogan Manado terkenal di era Gubernur E.E Mangindaan ini diproduksi pada tahun 2000. Kemungkinan, penciptaan lirik dan musiknya pun sekitar tahun itu, atau bisa jadi sedikit lebih awal.

Lirik lagu ini sederhana, jauh dari puitis. Melodinya pun simpel. Tapi, lagu ini sarat makna. Makna utama berfokus pada judulnya sendiri, yakni: Dari manapun asal suku kita, budaya dan bahasa berbeda, serta apapun agama kita: Kita Semua Bersaudara!

Makna mulia tersebut merupakan cita-cita luhur para founding fathers. Demi mewujudkannya, airmata, darah dan raga mereka korbankan! Sayangnya, hari-hari ini tujuan mulia itu tergerus sangat keras.

Jantung ibu pertiwi, Jakarta, yang mestinya menjadi barometer Bhinneka Tunggal Ika, hari-hari ini menyuguhkan patron tak elok. Di pusat ibu pertiwi, justeru jadi ajang saling mencaci, nyaris berkelahi. Saling menghargai seolah susah ditemui  – semua lantaran panasnya Pilkada DKI. Sampai kapan terus begini?

Tidak ada manusia yang berhak meminta dilahirkan di mana. Itu domain Sang Pencipta. Faktanya, kita terlahir di negeri ini. Artinya, hidup, perjuangan dan mati kita di sini! Semestinya kita menyatu membangun negeri. Bersatu padu melawan musuh dari luar, bukannya hancur sendiri karena berkelahi sesama anak negeri.

Meskipun Lagu Manado Torang Samua Basudara, memotret kerukunan hidup di Sulawesi Utara, lagu ini dapat menjadi instrumen untuk melihat kembali bahwa sejatinya, kita semua ini bersaudara – saudara sebangsa setanah air.

lagu manado torang samua basudara sarat makna

unity in diversity

Di Sulawesi Utara (Sulut) yang beribukotakan Manado, para orangtua (opa-oma) sudah memberi contoh kehidupan yang rukun, saling menghormati dan damai. Beda suku telah kawin-mawin di Sulut. Itu sudah biasa. So (sudah) dari dulu; ada Uti (sebutan lelaki Gorontalo) menikah dengan Keke (sebutan perempuan Minahasa); dan ada No’u (sebutan perempuan Gorontalo) menikah dengan Ungke (sebutan untuk lelaki Sangir). Sekali lagi, semuanya rukun-rukun dan damai-damai saja.

Kehadiran para model dalam video clip lagu ini yang mengenakan sejumlah pakaian adat di Sulut, hendak menunjukkan keberagaman dan persatuan yang telah lama tercipta.

Hadirnya pasukan baret ungu (Marinir) yang gagah berbaris di “pusat kebijakan negeri” pun, bukan sekadar setingan. Itu bermakna, bahwa NKRI akan selalu utuh dalam pengawalan Tentara Nasional Indonesia.

lagu manado torang samua basudara sarat makna

korps marinir baret ungu (liputan6.com)

Bangsa lain, atau oknum dalam negeri, siapapun dia, jangan coba-coba merusak bingkai NKRI, karena itu artinya Anda akan berhadapan dengan TNI!

Wahai Jakarta! Usai laga Pilkada, bersemi-lah kembali simpati dan empati. Damailah ibukota negeri, dalam Unity in Diversity! 

Manjo torang manyanyi (ayo kita semua bernyanyi): Torang Samua Basudara:

 

Suda so dari dulu

(Sudah sangat lama)

kitorang memang baku sayang

(kita semua memang saling sayang)

Opa deng oma so kase contoh

(Kakek dan nenek sudah memberi contoh)

sampe tua baku sayang

(hingga tua saling sayang)

Uti so kaweng deng Keke

(Uti sudah menikah dengan Keke)

No’u so kaweng deng Ungke

(No’u sudah menikah dengan Ungke)

Kitorang jadi basudara

(Kita semua menjadi bersaudara)

Satu rasa rica-rica deng dabu-dabu

(Satu rasa rica-rica dengan dabu-dabu)

**

Manado deng Gorontalo

(Manado dengan Gorontalo)

Kitorang baku sayang

(Kita semua saling sayang)

Sangir deng Bolang Mongondow

(Sangir dengan Bolaang Mongondow)

Kitorang samua basudara

(Kita semua bersaudara)

Cinta torang baku cinta

(Cinta kita saling cinta)

Sayang torang baku sayang

(Sayang kita saling sayang)

karna torang satu Sulawesi Utara

(karena kita satu Sulawesi Utara)

***

Torang samua baku sayang

(Kita semua saling sayang)

Torang samua basudara

(Kita semua bersaudara)

 

 

 

Lihat juga:

Indonesia, Belajarlah Toleransi dari Manado

12 Lagu Manado Terpopuler Sepanjang Masa

Bahasa Manado Sehari-hari

 

 

Attachments
Calvyn Toar

digital marketer, startup developer, growth hacker, SEO-SMO expert, ghostwriter | driven by heart | 0812 8069 8459 - SMS before please "Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, Anda bisa beruba...

Related Post

thumbnail
hover

Hotel di Manado – Berkelas Dunia!

Hotel di Manado—Usai reklamasi pantai Manado, yakni pada awal tahun 2000an, industri wisata menggeliat di kota seluas 166,9 km² ini. Indu...

thumbnail
hover

Gadis Cilik Bule Fasih Bahasa Manado

Gadis Cilik Bule Fasih Bahasa Manado – Seorang anak perempuan berusia sekitar 6 tahun, bertampang bule, tampak sangat fasih berbahasa Mana...

thumbnail
hover

7 Homestay di Manado: Pas untuk...

Homestay di Manado – Apa sebenarnya yang dimaksud dengan homestay itu? Homestay mirip dengan guesthouse. Hanya, biasanya pemilik rumah tin...

Leave us a comment

logged inYou must be to post a comment.