Manado Waterfront City Berkelas Dunia

Manado Waterfront City sebenarnya mulai terlihat sejak teluk Manado direklamasi (saat era Presiden Soeharto) pada tahun 1996, wajah pesisir pantai berubah drastis di tahun 2000-an. Berubah drastis, karena sejak berdirinya ratusan unit toko di tahun 2000, Pantai Manado yang pada awal 90-an (semasa saya SMA), lebih dikenal dengan 2 istilah: Beton Panjang dan Pantai Boulevard, tak dapat lagi dinikmati sebebas dan sepuas-puasnya. Ruang publik gratis (public domain) itu berubah menjadi private domain.

proses reklamasi pantai manado

proses reklamasi pantai manado (via liputan6.com)

Pengecualian akan hal itu, jika berada di Pantai Malalayang. Di lokasi ini, warga masih dapat memandang lautan Sulawesi dimana eksotika Pulau Manado Tua tampak membiru di kejauhan, pun free biaya untuk sekadar mandi di pantai (mandi pante: bahasa lokal-nya). Sayangnya, posisi Pantai Malalayang sudah sedikit menjauh dari pusat keramaian, yakni di sekitar kawasan Megamas. Sedangkan, di sebentang jalan lain yang langsung berhadapan dengan bibir pantai seperti di Jalan Laksamana Jhon Lie misalnya, pun tak cukup nyaman untuk sekadar duduk-duduk memandang lautan, karena minimnya space. Sebagian besar space yang ada, telah berdiri sejumlah bangunan.

Seperti apakah sebenarnya konsep Manado Waterfront City yang hendak diusung pemprov?

pantai malalayang salah satu spot gratis warga yang tersisa

pantai malalayang salah satu spot gratis warga yang tersisa (via ardiyanta.com)

Menjawab pertanyaan di atas tak cukup dengan sepenggal kalimat, dan sebaris teori tata kota. Wujud konkrit pembangunan pesisir Manado, setidaknya lebih dari cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Di manapun, reklamasi pantai selalu diikuti oleh sejumlah dampak negatif yang umum terjadi, seperti hilangnya ruang publik, terganggunya ekosistem laut sekitar, erosi dan sedimentasi pantai, bahkan potensi banjir. Hal-hal itu tak boleh dikesampingkan pemerintah setempat. Antisipasi dampak lingkungan harus dilakukan sinambung!

Sisi lain pasca reklamasi Manado Bay adalah munculnya potensi baru. Potensi bisnis. Suksesnya reklamasi pantai Manado dalam hal ini, telah menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak kecil bagi Pemprov Sulawesi Utara, dan tentu saja menjadi gerbang ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur.

Pembangunan pusat bisnis dan pariwisata terpadu di atas tanah reklamasi itu mengubah wajah kota semakin cantik. Pesisir pantai yang dikenal dengan nama kawasan Megamas itu kini menjadi cover alias muka kota Nyiur Melambai yang cantik.

modernitas megamas manado berlatar gunung tumpa

modernitas megamas manado berlatar gunung tumpa (via extremeina.com)

Cantik, karena jika Anda berkesempatan ke sana, dan berada di kawasan Megamas atau di sepanjang Jalan Piere Tendean (Boulevard I), maka kornea mata Anda akan dipenuhi dengan wajah kota modern super sibuk dengan latar birunya lautan dan pegunungan di kejauhan. Sebuah kombinasi kontras antara nature dan modernitas. Berpadu manis, saling meng-indah-kan. Sungguh sedap dipandang mata.

manado waterfront city

sunset memukau di boulevard manado (xplorea.com)

Menjelang sunset hingga malam tiba, itulah suasana terbaik berada di kawasan Megamas. Suasananya bak di kota Pantai Valencia, Spanyol – Pantai Bondi Sydney, Australia – dan Miami Beach, AS. Bedanya, ketiga kota pantai tersebut dengan sengaja masih menyisakan pantai pasir putihnya yang menawan terlihat; Seolah menjadi pagar pembatas beton bangunan sejumlah skyscraper.

Ada baiknya, pemda setempat mencontoh model pagar pembatas tersebut. Biarkan sebagian space masih dapat terlihat hamparan pasir dan bebatuan pantainya – Space yang sengaja didisain untuk tetap menjadi public domain. Dan, alangkah bagusnya lagi, jika ada semacam trotoar (boardwalk) dengan pagar terbuka yang memanjang menyusuri sebagian garis pantai yang direklamasi. Area itu khusus diperuntukkan bagi para pedestrian. Saya yakin, space itu akan menjadi spot hangout dan wisata favorit pengunjung dari manapun. Semoga terealisasi…

manado bak miami beach amerika

miami beach, as (via ef.co.id)

Kembali ke-3 kota pantai yang disebutkan di atas. Ketiga kota pantai tersebut berada di tanah landai (slope). Sedangkan, kontur tanah di kota Manado hanya 40% dataran landai, sisanya tanah berombak, berbukit dan pegunungan (Undulating Hilly & Mountainous). Kondisi itu justeru semakin memperindah wajah kota. Bibir pantai seolah berada di lembah – Di kejauhan, gunung Manado Tua dan gunung Tumpa bagaikan benteng penjaga yang kokoh berdiri. Kontur Pantai Beirut, Libanon lebih mirip dengan indahnya landscape Manado Waterfront City.

manado bak pantai beirut libanon ramah pedistrian

pantai beirut libanon, ramah dengan pedistrian – tampak perbukitan di kejauhan (via kotakota-dunia.blogspot.co.id)

Secara keseluruhan, Manado memiliki panjang garis pantai sekitar 18,7km. Khusus untuk wilayah yang direklamasi, mempunyai garis pantai lebih dari 3km, dan seluas 76ha. Nyaris hampir semua wilayah tersebut telah dipenuhi dengan bangunan berkonsep superblok. Berdiri mal di sana, spot kuliner, entertainment spots, pertokoan, hotel, dll.

Dengan konsep sebagai pusat bisnis dan pariwisata terpadu, sejak tahun 2000-an industri pariwisata tumbuh pesat di Manado, seperti: ratusan spot wisata (kuliner), tourist transportation (city tour), pusat hiburan (night club, kafe, dll), serta akomodasi wisata (hotel/resort/apartment). Puluhan hotel pun eksis di sepanjang Jalan Piere Tendean dan sekitarnya (Jalan Sam Ratulangi dan Jalan Sudirman). Kebanyakan di antaranya merupakan hotel yang baru berdiri sejak era 2000-an. Sedangkan sejumlah hotel yang telah lama berdiri pun berbenah fisik dan layanannya.

SIMAK JUGA – Hotel di Manado Berlokasi di Jalan Boulevard

Terkait hal itu, tak tanggung-tanggung, sejumlah investor papan atas tanah air ikut menanamkan investasi triliunan rupiah di Manado, karena melihat potensi properti dan industri wisata yang menggeliat pesat. Resort terintegrasi, Monaco Bay milik Lippo Group, adalah salah satu contoh dimaksud. Resort yang berada di bibir pantai dengan view ke arah Bunaken ini, menarik minat warga asing. Sejauh ini, Monaco Bay merupakan resort terbesar di Indonesia Timur.

monaco bay from lippo homes

monaco bay from lippo homes (via youtube.com)

Menggeliatnya industri pariwisata di Tanah Toar-Lumimuut, khususnya di sepanjang Pantai Boulevard, semakin menguatkan kesan kota Manado sebagai kota pantai nan indah, menuju kota pantai berkelas dunia, yang masih terus ditata apik.

Objek wisata Manado, bukan cuma Bunaken dengan Taman Lautnya yang memesona dunia. Wisata ke Bumi Nyiur Melambai tak boleh melewatkan city tour di Boulevard Manado: Bibir Pantai Manado, wajah baru Manado Waterfront City.

Saya mengimpikan, suatu waktu, sebagai kota tepian laut berlevel dunia, Manado akan menjadi tempat penyelenggaraan olahraga air dan udara bertaraf internasional, seperti: Air Race, Perahu Layar dan Triathlon. Semoga masih kuat raga dan usia ada untuk menyaksikannya terselenggara…

Manjo ka Manado!

 

 

Attachments
Calvyn MHT

digital marketer, startup developer, seo analyzer, publisher | driven by heart | 0812 8069 8459 - SMS before please "Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, Anda bisa berubah untuk maju; And...

Related Post

thumbnail
hover

7 Homestay di Manado: Pas untuk...

Homestay di Manado – Apa sebenarnya yang dimaksud dengan homestay itu? Homestay mirip dengan guesthouse. Hanya, biasanya pemilik rumah tin...

thumbnail
hover

5 Guesthouse di Manado: Cocok untuk...

5 Guesthouse di Manado – Menurut infobaswara.com, Guesthouse adalah tempat penginapan yang menyerupai rumah dengan beberapa kamar yang dis...

thumbnail
hover

Manado Kota Tujuan Wisata Akhir Tahun

Manado, Kota Seribu Gereja ini menjadi paling istimewa saat natal tiba hingga tutup tahun. Betapa tidak, suasana bak kota-kota di Eropa dan ...

Leave us a comment

logged inYou must be to post a comment.