Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pulau Mantehage – Wisata di Antara Sejuta Mangrove

  • Posted on in  Nature
  • 700
Description

Pulau Mantehage berada di wilayah Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pulau ini berjarak 9,26 mil Laut (17,5 km) dari kota Manado.

Pulau Mantehage merupakan bagian dari Kawasan Taman Nasional Bunaken (TNB). Pulau ini disebut pula dengan dua sebutan lain, yaitu pulau Manterao dan Mantehrawu. Mantehrawu dalam bahasa Sangir artinya “mata gergaji”. Disebut begitu karena daratan tertinggi pulau ini hanya sekitar 15 meter. Dari jauh, jajaran pohon bakau yang tumbuh di pesisir pulau ini terlihat seperti mata gergaji. Sedangkan, nama Mantehage yang dipakai sekarang berasal dari bahasa Sangir yang berarti: Yang disayangi.

Suku dan etnis penduduk yang menetap di Pulau Mantehage adalah suku Sangir, Minahasa, Gorontalo, Bugis dan ada pula suku Bajo (Bajau) si pengelana lautan. Pendatang dari Toli-toli dan Maluku juga ada di pulau ini. Hebatnya, keberagaman suku, bahasa, adat-istiadat dan agama, tak pernah sekalipun mencipta konflik horisontal di sini.

Kendatipun ada sejumlah suku berdiam di pulau ini, bahasa yang umum digunakan adalah bahasa Manado sehari-hari. Bahasa suku digunakan terbatas dalam lingkungan suku saja.

Tak seperti pulau di sekitarnya, Pulau Mantehage tidak memiliki pantai berpasir. Seluruh wilayah pesisirnya dikelilingi oleh tumbuhan bakau (mangrove) yang seolah menjadi perisai daratan ini. Luasnya area tanaman bakau yang hampir seluas daratan pulau ini justeru mempercantik panorama Mantehage yang berada di tengah laut ini.

Sebagai bagaian dari TNB, kawasan perairan Mantehage memiliki daerah terumbu karang yang luas. Tak hanya itu, hamparan pasir putih, biota laut, berbagai jenis ikan dan spesies terumbu karang yang terhampar luas, yang sejumlah di antaranya terbilang langka, merupakan daya tarik diving dan snorkeling kelas dunia.

Para divers mancanegara yang berkunjung ke TNB, pun telah mengeksplore daya tarik selam di Mantehage.

Cara ke Mantehage

Untuk menuju ke Pulau Mantehage, dari Pelabuhan Manado, dengan menggunakan perahu motor berpenumpang 20 hingga 40 orang. Dari Marina Manado menuju ke Mantehage dapat ditempuh selama 1 jam.

Biaya ke Pulau Mantehage relatif murah dibandingkan dengan pulau-pulau tetangganya seperti Siladen dan Bunaken. Menuju ke sini dapat menggunakan perahu motor nelayan yang bolak-balik Mantehage-Manado untuk membeli keperluan sehari-hari, dan menjual hasil bumi andalan mereka seperti kopra dan pisang. Lho kok ada hasil bumi di pulau ini? Uniknya, kendati berada di tengah lautan, jumlah peladang di Mantehage sedikit lebih banyak daripada nelayan. Nah, selain kelapa (kopra), pisang merupakan komoditi andalan peladang Mantehage.

Warga Mantehage ini penurut. Penurut terhadap peraturan pemerintah daerah, dimana mereka komit untuk tidak sama sekali menangkap ikan di zona wisata perairan, yaitu di kawasan Taman Nasional Bunaken. Mereka melaut jauh di luar kawasan wisata. Mungkin itulah salah satu alasan, warga Mantehage memilih berladang, sekaligus memanfaatkan luas daratannya yang landai.

Kembali ke soal biaya. Tak sampai Rp 50.000, sobat traveler dapat tiba dan melancong ke pulau bakau ala pulau-pulau di pesisir Jawa ini.

Saat yang tepat datang ke sini

Datanglah ke Mantehage pada musim kemarau, yaitu mulai bulan Juli hingga September. Di saat musim kemarau, visibilitas bawah laut Mantehage sedang bagus-bagusnya. Dalam kondisi tidak hujan, aktivitas sobat di perairan dan daratan pulau ini pun tak akan terganggu.

Pilih pula waktu di saat air laut di kawasan Mantehage tidak sedang surut, karena kondisi ini akan menyulitkan sobat dari dermaga kecil Mantehage menuju ke perahu, untuk selanjutnya bertolak ke Manado.

Aktivitas yang dapat dilakukan di Mantehage

Jika sobat seorang divers, di beberapa spot penyelaman, khususnya pada kedalaman belasan meter, sobat traveler akan menyaksikan panorama taman laut yang indah. Sejumlah biota laut langka terlihat di sini. Sepanjang penyelaman, sobat seolah ditemani oleh napoleon angel fish, blow fish blue ribbon eels, barakuda, lobster, lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), koi putih (Seriola rivoliana), goropa, dll.

Wisata keluarga di Pulau Mantehage, dimungkinkan pula, lantaran ombak dan arus di sekitar pulau relatif tenang, dan airnya bening. Jarak pandang di dalam laut berkisar 20 sampai 30-an meter. Saking beningnya, segala jenis ikan dan terumbu karang berwarna-warni dapat terlihat dari permukaan air (perahu) sampai kedalaman 5 meter.

hutan bakau di mantehage. tampak obyek wisata manado tua di kejauhan

hutan bakau di mantehage. tampak obyek wisata manado tua di kejauhan (by portalhijau.com)

Memancing, bermain di permukaan daratan (karang), dan cuci mata (sightseeing) di sekitar pulau; menyaksikan aktivitas warga, melihat gereja dan masjid, merupakan beberapa kegiatan lain yang dapat dilakukan di sini.

Oya, sejak 2012, telah berdiri radio pertama bergelombang FM di pulau ini. Tak ada salahnya sobat menyaksikan aktivitas siar radio komunitas satu-satunya di sini.

Jika sobat menyukai petualangan di tempat-tempat baru, kawasan hutan Mantehage yang seluas 893,8 ha dapat pula dieksplorasi. Jangan kuatir, fisik sobat tidak akan terkuras habis karena kontur tanah pulau ini landai tanpa perbukitan.

Kuliner Mantehage

Sejumlah warung makan yang menjual menu makanan lokal, seperti tinutuan (Bubur Manado) dan ikan bakar (sea food) tersedia di sini.

Sobat traveler mau makanan yang tak biasa? Nah, di sejumlah warung makan milik warga setempat menyediakan menu “paniki”. Apa itu? Itulah batman alias kelelawar. Paniki dalam sebutan lokal itu tentu saja sudah melalui proses dibumbui dengan rempah-rempah lokal. Makanan Manado yang terkenal kaya bumbu, akan memastikan betapa sedapnya si batman tadi kala sudah berada di atas piring. Hahaha…

Penginapan di Mantehage

Belum ada resort di Mantehage. Jadi, sobat dapat menginap di salah satu rumah warga. Semua warga Mantehage telah terbiasa menerima wisatawan untuk bermalam di rumahnya (home stay). Kabar baiknya soal ini, sobat traveler tidak akan dipungut biaya alias gratis!

Peran pemerintah seharusnya di Mantehage

Potensi wisata yang besar di daratan dan perairan Mantehage mestinya mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah. Masih minimnya prasarana dan sarana di pulau ini harusnya dapat segera teratasi, termasuk peningkatan infrastruktur dasarnya, seperti dermaga penghubung perahu yang lebih besar dan kokoh, jalan darat, air bersih, drainase, fasilitas kesehatan, pendidikan, listrik, dll. Dengan begitu, status pulau ini sebagai salah satu kawasan strategis yang ditetapkan pemerintah Sulut pada tahun 2014, benar-benar terlaksana. Bukan sebaliknya, seolah menjadi ‘halaman belakang’ Sulut yang tak terperhatikan. Seperti arti namanya: Yang disayangi. Sayangilah Mantehage!

Perhatian, perbaikan dan peningkatan sarara dan infrastruktur tersebut tentu akan berdampak positif lain, yakni masuknya investor swasta untuk membangun fasilitas wisata serupa cottage bahkan hotel, dll.

Tips wisata Mantehage

Kendati sobat datang ke sini pada saat musim panas, itu tidak berarti tak bakal turun hujan sama sekali. Wilayah pulau yang dikelilingi lautan luas, sangat berpotensi sesekali turun hujan juga. Pertimbangkanlah untuk membawa perlengkapan pendukung untuk kondisi tersebut.

Uang cash wajib dibawa untuk transaksi pembayaran. Begitu pula dengan peralatan selam/snorkeling harus dibawa sendiri dari kota Manado.

Bawalah peralatan P3K seperlunya apabila berniat melakukan hiking dan eksplorasi ke kawasan hutan kecil di pulau ini atau menjelajah hutan mangrove-nya. Dalam hal ini, mintalah warga setempat untuk menemani sobat, atau mengajak Green Love, sebuah organisasi kaum muda terbesar di Mantehage yang peduli lingkungan.

Diskusikan/bertanyalah kepada warga setempat perihal perahu yang dapat disewa untuk mengantar sobat berkegiatan selam/snorkeling. Warga pulau ini ramah terhadap pendatang. Tak usah ragu meminta informasi dari mereka.

Jika sobat traveler ingin menikmati suasana wisata yang berbeda, seperti: melihat kerukunan hidup masyarakat pulau, diving spot yang bisa dieksplorasi lebih jauh, menyelam bersama Napoleon Angel Fish, dan berwisata di antara sejuta Mangrove, maka Pulau Mantehage sebagai bagian dari Taman Nasional Bunaken, adalah pilihan tepat sebagai salah satu destinasi wisata Manado!

 

 

0 Reviews

Looking for review? There is no review here!

Calvyn Toar
Administrator
More Ads ByCalvyn Toar
  • Map View
  • Street View
  • Directions