Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Calvyn Toar
Administrator
More Ads ByCalvyn Toar

Pasir Timbul Nain – Sepetak Surga Sesaat di Bumi Nyiur Melambai

  • 700
Description

Pasir Timbul Nain, di manakah letaknya, dan semenarik apakah lokasi wisata itu?

Jika berkesempatan wisata ke Manado, Pulau Naen kudu menjadi salah satu tujuan. Pulau Naen (dalam sebutan suku Bajo) atau disebut pula dengan Pulau Nain merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken.

Secara administratif, Pulau Nain berada pada wilayah Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara (Sulut). Lantaran berjarak tak begitu jauh dari ibukota Sulut, Manado, pasir timbul ini seringkali disebut pula dengan Pasir Timbul Nain Manado, dan atau Pasir Timbul Manado.

Di perairan Nain terdapat 2 pulau: Pulau Nain dan Pulau Nain Kecil serta beberapa pulau karang. Di Pulau Nain Kecil tidak ada penghuninya. Di sana hanya ada “daseng”, sebutan pondok kecil untuk tempat para nelayan beristirahat sejenak dari aktivitas melautnya.

Kendatipun ada 3 kampung utama (Kampung Nain, Kampung Tampi, dan Kampumg Tarente), hanya ada satu desa di pulau ini, yaitu Desa Nain. Secara keseluruhan terdapat 4 suku yang berdiam di pulau dan perairan Nain, yaitu: suku Bajo, Sangir, Gorontalo dan Bugis.

Memasuki perairan pulau Nain, sobat seperti berada di dunia lain. Lain, karena tidak seperti pulau-pulau di sekitarnya (Pulau Bunaken, Mantehage dan Siladen), dimana deretan rumah kayu yang berdiri tegak di atas air laut, seolah menyambut ramah kedatangan sobat di sana. Ya, itulah pemukiman keturunan suku Bajo. Suku pengelana laut paling tangguh di Nusantara. Suku yang disebut pula “orang laut” ini terkenal dengan pemukimannya di atas air, yang tersebar di sejumlah tempat di Asia Tenggara.

Natural dan eksotis, adalah dua kata yang tepat untuk menggambarkan keindahan dan keunikan Pulau Nain.

 

Apa istimewanya Pulau Nain?

Sebagai bagian dari Taman Nasional Bunaken, jajaran terumbu karangnya yang indah menjadi salah satu obyek wisata andalan, khususnya diving dan snorkeling. Sebagaimana Siladen, terdapat pula gua laut di perairan ini, yang menantang untuk diselami.

Tetapi di luar itu, yang menjadi andalan utama wisata Pulau Nain adalah pasir timbul-nya yang memesona. Pasir timbul Nain melengkapi 5 destinasi wisata serupa di Indonesia, yakni: Pasir Lariti – Nusa Tenggara Barat, Pulau Pasir – Belitung, Pantai Sari Ringgung – Lampung, Pantai Ngurtafur – Maluku Tenggara, dan Pulau Dodola – Maluku Utara.

 

Apa itu pasir timbul?

Pasir timbul merupakan keunikan wisata bahari Indonesia, termasuk di Nain. Pasir timbul tidak selalu eksis terlihat mata, dan dapat setiap waktu dikunjungi. Pasir timbul hanya muncul ketika air laut surut di pagi hari, dan menghilang di siang hari saat air pasang.

Pasir timbul Nain – ada yang menyebutnya dengan pasir Bungin (delta), seolah sepetak surga yang jatuh sesaat ke bumi Nyiur Melambai Manado. Begitu memukau meski sekejap! Memukau, lantaran hanya ada hamparan pasir putih luas, yang dikelilingi oleh laut dangkal hijau toska dan karang di bibir pantai.

 

Cara ke pasir timbul Nain

Jika sobat berangkat dari Pelabuhan Manado, membutuhkan setidaknya 2 jam perjalanan laut dengan longboat bermesin tempel berkekuatan 100 PK, beratap rendah. Lain halnya jika sobat datang dari Pulau Bunaken, maka lama tempuh kurang dari satu jam saja.

Biaya longboat yang akan sobat bayarkan berkisar 2 juta rupiah untuk satu rombongan, yang biasanya tak boleh lebih dari 15 orang. Apabila jumlah rombongan hanya setengah dari maksimal, sobat tetap membayar dengan harga sama. Mahal? Tidak juga, karena untuk satu rombongan biaya tersebut dapat dibagi rata.

Bagaimana jika sobat hanya berangkat seorang diri? Sejumlah nelayan pemilik longboat itu akan meminta sobat membayar berkisar 200 ribu saja! Cukup murah untuk ukuran wisata yang sedang hits dan cukup jauh itu.

merapat di pasir timbul nain manado

merapat di pasir timbul nain manado (img tripadvisor.co.id)

Bagusnya, sampai dengan saat ini, sejumlah longboat masih memberikan servis sarapan dengan nasi kuning Manado yang berbungkus daun woka dan air mineral. Lumayan… Oya, biaya tersebut terhitung untuk pergi-pulang.

Kendati (mungkin) ada perahu bermesin yang lebih murah biaya, namun tidak dianjurkan untuk sobat, karena model perahu yang tidak beratap. Mengingat, menuju ke Nain akan melewati dua lokasi yang berombak cukup besar. Mau basah sebelum waktunya? Di samping itu, akan cukup menyulitkan sobat dikala kembali di siang hari bolong yang terik dengan dua jam waktu tempuh.

Sesaat sebelum mendekat ke pasir timbul Nain, ada keseruan lain. Apa itu? Longboat akan melempar sauh. Tidak bisa langsung merapat di pantai Nain, karena terhalang karang dan perairan dangkal. Dari sinilah sejumlah perahu nelayan Pulau Nain (biasanya orang Bajo) akan menjemput sobat dengan perahu-perahu kecil bermuatan 6 orang. Wuihh, seru…

 

Waktu yang tepat ke pasir timbul Nain

Saat yang paling tepat untuk datang menikmati pasir timbul di wilayah Pulau Nain adalah di saat musim panas, dan pada waktu bulan terang dimana laut surut. Pagi hari, antara jam 7 hingga 10 pagi merupakan saat tepat berada di atas pasir timbul Nain. Puncak surutnya Bungin Nain ini sekitar jam 11 hingga 14.00.

 

Aktivitas di Pasir Timbul Nain

Di sini, traveler bebas berlarian di atas pasir putihnya yang lembut. Tidur-tiduran. Berselfie. Memandangi ikan-ikan yang berenang di antara soft coral yang berada di bibir pantai. Menyaksikan batas cakrawala yang seolah berciuman dengan birunya laut. Melihat samar beberapa pulau tetangga. Bermain perang-perangan air. Berenang di salah satu sisi pantai yang tidak berarus deras, dan atau berteriak sekeras-kerasnya menghilangkan penat dan stres. Hmm…

pesona pasir timbul nain

pesona pasir timbul nain (by kompasiana.com)

Di saat kapal berlabuh, sobat yang pandai berenang dapat merasakan sensasi lain. Tidak menggunakan perahu kecil menuju pasir timbul, tetapi sobat traveler bisa capai dengan berenang puluhan meter, dengan kedalaman 5 meter. Berani? Coba kalau berani!

 

Lihat: Pulau Mantehage – Wisata di Antara Sejuta Mangrove

 

Di sekitar pasir timbul ada diving spot menarik, dapat menjadi pilihan aktivitas bagi sobat yang memang memiliki kemampuan, keahlian dan peralatan selam, karena arus di sekitar spot itu cukup deras. Untuk berkegiatan ini dianjurkan tidak melakukan scuba diving. Diving lebih dari seorang, lebih baik.

Di luar itu, cobalah mampir di Pulau Nain, yang tak jauh dari lokasi pasir timbul. Ngapain? Berinteraksilah dengan masyarakat setempat. Amati cara hidup masyarakat setempat, terutama suku Bajo. Abadikan semuanya dalam bidikan kamera sobat. Siapa tahu ada souvenir atau pernak-pernik karya lokal yang bisa sobat traveler beli sebagai kenang-kenangan dari Pulau Nain.

 

Peran pemerintah seharusnya

Pesona keindahan Pasir Timbul Nain telah menasional. Berada di Nain, disebut-sebut seperti sedang berwisata di pantai Maladewa. Karenanya, sudah sepatutnyalah jika pemerintah setempat mengelola obyek wisata ini. Jika tidak dikelola sendiri, pemerintah dapat menggandeng investor swasta, yang mau serius menggarapnya.

Desa Nain dapat dijadikan desa wisata. Pembangunan fasilitas pendukung wisata sebagaimana yang dilakukan di Pantai Sari Ringgung – Lampung, dapat pula diwujudkan di sini. Dengan begitu, kemasyhuran pesona pasir timbul Nain dan Pulau Nain sendiri semakin mendunia, masyarakat setempat yang mayoritas nelayan itu pun dapat semakin disejahterakan, dan visi wisata Manado sebagai Kota Wisata Dunia 2025 tercapai.

 

Tips wisata di Nain

Membawa sunblock atau sejenisnya wajib untuk melindungi kulit karena panasnya terik mentari ketika berada di pasir timbul.

Di pasir timbul, tidak ada fasilitas apapun. Jadi, tak ada salahnya membawa payung besar atau tenda untuk berkemah sesaat. Payung dan tenda itu pun dapat menjadi properti spot selfie sobat nanti.

Membawa kamera, wajib itu! Minimal handphone berkamera dengan resolusi mumpuni. Dengan begitu, keelokan pasir timbul Nain tak sekadar lewat dalam pandangan mata. Abadikanlah momen bagus di surga sesaat itu. Lalu, via media sosial, sharelah itu ke dunia!

Sebelum memutuskan ke Nain, carilah informasi terlebih dahulu, perihal apakah pasir Nain sedang timbul (muncul) ke permukaan ataukah air laut sedang pasang. Begitu pula dengan biaya dan ketersediaan longboat di Pelabuhan Manado.

Sobat traveler, bosan dengan obyek wisata mainstream? Kalau begitu, Pulau Nain dengan keindahan sepetak surga sesaatnya, bisa menjadi alternatif wisata di Manado!

 

 

Baca juga:

Pulau Bunaken – Destinasi Wisata Manado Berkelas Dunia!

 

 

0 Reviews

Looking for review? There is no review here!