DANAU Linow (Linow, dari bahasa Tombulu, Lilinowan: tempat berkumpulnya air) berada di wilayah administratif kota Tomohon; kota yang terletak di ketinggian kira-kira 700-800 meter dari permukaan laut (dpl). Di samping berada di posisi dataran tinggi, kota Tomohon ada di antara 2 gunung berapi yang masih aktif, yaitu Gunung Lokon (1.689 m) dan Gunung Mahawu (1.311 m) – suatu kondisi topografi yang menjadikan hawa kota ini cukup sejuk. Di siang hari suhu mencapai 30 derajat Celsius dan 23-24 derajat Celsius di malam hari.

Danau Linow adalah salah satu destinasi andalan kota Tomohon, di samping wisata alam Gunung Lokon, Gunung Mahawu, Air Terjun ”Tumimperas” Pinaras, Bukit Temboan, dan Rumah Panggung Kayu.

Danau Linow adalah danau vulkanis. Konon, terbentuk dari letusan gunung Mahawu ratusan tahun silam. Aroma belerang yang cukup menyengat memang masih tercium manakala berada di kawasan wisata alam ini.

Keindahan dari Danau Linow adalah pada perubahan warnanya. Di pagi dan sore hari adalah waktu favorit untuk melihat perubahan warnanya. Warna danau ini bisa berubah dari hijau menjadi biru, lalu menjadi coklat kekuningan. Warna yang berubah-ubah, terjadi karena kandungan belerang yang tinggi, pembiasan cahaya matahari dan pantulan warna tetumbuhan (vegetasi) yang berada di sekitaran danau. Kecantikan Danau Linow semakin memuaskan jiwa manakala hawa sejuk begitu kuat terasa di area wisata ini. Suhu di area ini ada di antara 18-20 derajat celsius. Begitu fresh dan nyaman. Duh, mungkin beginilah suasana danau sorga…

Sembari memandangi danau elok rupa ini, anda masih dapat melihat di kejauhan aktivitas warga yang sedang bercocok tanam. Sesekali anda juga dapat melihat burung belibis mendarat sebentar di sekitaran danau untuk memangsa sayok, serangga endemik danau tiga warna ini. Dan, kicauan burung yang tak henti sahut menyahut, membuat pikiran nyaman dan hati pun tenteram.

Sejak diambil alih oleh swasta, harus diakui, penataan kawasan wisata ini memang terbilang nyaris sempurna. Sejumlah kafe, apik berjejer di sekitar perbukitan danau. Posisi kafe yang sengaja menjorok ke danau, ditambah dengan kursi dan meja yang ditata rapi di bibir halaman kafe, menciptakan suasana nyaman, damai dan romantis. UhhSenjakala di Danau Linow pun begitu luar biasa. Tenang. Teduh. Damai… Tak heran, kalau para pengunjung pun betah berlama-lama, alias enggan pergi. Andai danau ini semacam mainan, rasanya ingin dibeli, dibungkus dan dibawa pulang, agar bisa dinikmati setiap saat di rumah. Hmm….   

danau linow, aduhan cantiknya
danau linow, aduhai eloknya…

Berwisata di danau ini tidaklah mahal apabila anda hanya ingin memuaskan mata dan jiwa. Anda tidak akan menghabiskan uang hingga lima puluh ribuan. Biaya masuk itu pun sudah include dengan secangkir teh atau kopi. Namun, anda akan mengeluarkan biaya lebih jika ingin menyewa kano atau perahu kayuh (dikayuh seperti sepeda) untuk mengitari danau. Perahu kayuh tersebut dapat memuat empat orang, dengan tarif tidak sampai Rp. 100.000 per jam. Sedangkan untuk menyewa kano, biayanya lebih murah lagi. Hanya saja, tidak semua area danau dapat dilintasi. Wisatawan dilarang mendekat area yang dialiri sumber air panas. Di samping itu, di seluruh area danau, dilarang untuk berenang, karena kandungan belerangnya yang tinggi dapat menciderai tubuh.

Lalu, bagaimana cara menuju ke lokasi ini? Gampang! Dengan kendaraan pribadi, dari kota Tomohon, kurang lebih 25 menit. Apabila menggunakan kendaraan umum, dapat menumpangi mikrolet (angkot) dari terminal bus Tomohon ke desa Lahendong. Biayanya tidak sampai Rp 3.000/orang. Tiba di desa Lahendong, bisa menyewa motor untuk sampai di lokasi (kira-kira 5 menit perjalanan), atau bisa juga dengan berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 700 meter. Jangan kuatir, suasana yang hijau dan asri sepanjang perjalanan tak akan banyak menguras tenaga anda.

danau linow tomohon manado_5


Jika dari Manado, anda dapat menumpangi kendaraan bus, dari terminal Karombasan, dengan tujuan Kawangkoan, dengan ongkos tidak sampai Rp 30,000/orang. Kendatipun dari Manado menuju Tomohon melintasi jalan menanjak dan berliku, anda tidak akan bosan, karena mata anda akan dimanjakan dengan panorama alam pegunungan khas Minahasa; pepohonan besar nan hijau, pohon cengkeh, hamparan hutan hijau yang membiru warnanya di beberapa sisi jurang jalan, dan bahkan pemandangan Laut Sulawesi di salah satu spot jalan. Turunlah di desa Lahendong.

Jika anda ingin lebih lama menikmati suasana sorga ini, anda bisa menginap. Ada beberapa penginapan yang recommended di dekat lokasi wisata ini, yaitu:

  • Gardenia Country Inn
  • Lokon Boutique Resort
  • Onong’s Palace
  • Tomohon Highland Resort

Sobat Traveler, kunjungi dan nikmati danau Linow, danau terindah di Manado. Dijamin, anda bakal enggan pergi meninggalkannya!

 

 

Foto: travel.grivy.com, widyaningtyas.wordpress.com, blog.sewakost.com


Terkait:

Indahnya Senjakala di Manado

 

Bagikan:

Calvyn Toar

Digital Marketer, SEO-SMO Expert, Content Creator, Web Developer, Ghostwriter, Political Marketing Strategy, Trader | driven by heart | 0881 0244 23948 (WA only) "Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, anda bisa berubah untuk maju; anda dapat lakukan apapun yang anda mau, & menjadi apapun yang anda ingin jadi" (calvyntoar/jan 2016)

Tinggalkan Balasan

Close Menu
Klik disini
1
Mau Bertanya?
Hi, ayo bertanya :)
Powered by