Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Humor Manado 2

HUMOR Manado atau grap-grap Manado sangat banyak jumlahnya. Sejak nalar Saya terbentuk untuk memahami alur dan arti cerita lucu Manado (mungkin ketika di bangku SD), Bakusedu Manado sudah menjadi bagian keseharian, ketika bercengkarama santai dengan teman-teman. Dalam upaya membuat Humor Manado tersebut tetap lestari, ManadoBaswara kembali merilis Humor Manado 2.

Humor ala Manado hanya bermaksud menghibur; mencipta kelucuan yang berujung tawa lepas – Tawa, yang konon katanya memicu terbentuknya “hormon kegembiraan” yang sangat baik bagi kesehatan. Jadi, tiada maksud negatif apapun di sini, kecuali untuk menghibur. Bukankah hidup ini sudah sulit? Maka, tertawalah supaya kehidupan ini menjadi lebih enteng untuk dijalani.

Sebagaimana Humor Manado 1, beberapa kata dalam cerita lucu Manado tersebut, tetap menggunakan bahasa aslinya, Bahasa Manado, dengan terjemahan yang disertakan.

Kini, saatnya santai dan tertawa… [CT]

 

1. Siram Air

air-panas

Om Joni sedang buang air di kamar mandi ketika tiga orang temannya datang bertamu.

Mince: “Om Joni, ada tamu. Tiga orang teman om…”

Om Joni: “Ya sudah, bilang pa dorang, tunggu jo…, kong, ngana beking aer panas, kong sirang akang pa dorang”

Mince: “Siapp om…!”

(Mince, sang asisten rumah tangga, yang tak sempat mengenyam pendidikan SD dan tak memiliki nalar yang bagus pun, segera memasak air).

Begitu air sedang mendidih-mendidihnya, Mince dengan susah payah memegang panci tersebut dari dapur, dan bergegas menuju ruang tamu. Tiba di ruang tamu, tanpa ba-bi-bu, Mince langsung menyiram ke-3 teman tuannya, Schhyuuuurrrr

Kontan, ke-3 teman tuannya berteriak-teriak, panik, dan kocar-kacir…

Tanpa dosa, Mince pun kembali ke dapur untuk melanjutkan aktivitasnya.

Tak lama, om Joni keluar kamar mandi. Menyapa Mince.

Om Joni: “Mince, bagemana, ngana so sirang aer panas pa kita pe tamang-tamang?”

Mince: “Sudah beres, om…”

Om Joni: “Kong?”

Mince: “Odoh, dua orang lari tabrak kaca depan, kong ba bataria… Sementara tu satu, lari tabrak pintu, kong batariaAdoh kasiang mama, tolong… Tolonggggg, kasiang mama…”

Om Joni: ???****xxx####??@@%%%

  • pa: pada
  • jo: aja
  • kong: lalu
  • ngana: kamu
  • aer: air
  • sirang akang: siram-lah
  • kita: saya/aku
  • dorang: mereka
  • bagemana: bagaimana
  • tamang: teman
  • Odoh/Adoh: Aduh
  • ba: ber
  • bataria: berteriak
  • tu: itu

* sirang aer panas, adalah istilah orang Manado, yang sama artinya dengan “menyeduh teh atau kopi”.


2. Buta dan Tuli

Udara sedang panas-panasnya. Dua sekawan, si Buta dan Tuli sedang berjalan menyusuri kampung. Tiba di ujung kampung, si Tuli melihat ada pohon kelapa yang tidak tinggi dengan buah yang lebat.

Tuli: “Ehh, Buta… kita mo nae itu pohon kelapa. Ngana rekeng, berapa buah kelapa yang kita jatuhkan ya…”

Buta: “Oke, Tuli”

(Tuli memanjat dengan cekatan). Tuli mulai menjatuhkan buah kelapa pertama… Bukk (bunyi buah kelapa jatuh)

Buta: “Satu…”

(Buah kelapa kedua dijatuhkan). Bukk…

orang-tuli

Buta: “Dua…”

(Buah kelapa ketiga dijatuhkan). Bukk…

Buta: “Tiga…”

Tiba-tiba… “Brruaaakkkkk….” (terdengar bunyi yang sangat keras)

Buta: “Satu Oki ciri…”

Seolah mendengar apa yang Buta katakan, si Tuli mengumpat:

Tuli: “Cumprit nganaKita yang ciri, bukang kalapa…” (sembari meringis kesakitan yang teramat sangat)

  • mo: mau
  • nae: naik
  • rekeng: hitung
  • oki: satu ikat
  • ciri: jatuh
  • cumprit (ungkapan kesal)

3. Opa Nonton TV

Opa baru usai menyeduh segelas kopi. Sembari memegang gelas kopinya, Opa meraih remote control dan menyalakan TV. Opa tercengang heran, karena semua channel TV menampilkan tayangan serba horor. Channel 1, menayangkan film kuntilanak. Channel 2, isinya tentang film hantu. Channel 3, pun tak beda, tentang Dracula. Spontan, Opa memanggil Ungke, kerabatnya.

Opa: “Ungkeee…, sini bentar!”

Ungke: “Kiapa Opa?”

Opa: “Coba ngana cek posisi antena di atap rumah, mangada ke mana itu antena”

Ungke: “Oke, Opa”

(Tak lama kemudian…)

Ungke: “Opa…, itu antena mangada ke kuburan kote”

Opa: “Cukurungan… Pantas dari tadi ini TV melulu film horor… Ya sudah, sekarang ngana bikin mangada ke arah Kodim, sapa tahu dapa film Rambo…”

  • kiapa: kenapa
  • mangada: menghadap
  • kote: rupanya
  • cukurungan (umpatan kesal)
  • sapa: siapa
  • dapa: dapat

4.  Pencuri Pepaya

Setelah berkali-kali tidak ketahuan, kali ini Utu tertangkap basah oleh om Alo.

om Alo: “Rupanya ngana yang selama ini pancuri kita pe pepaya kang?”

(Utu yang sedang berada di ujung pohon pepaya, kaget)

Utu: “Nyanda om, kita cuma ambe valinggir”

(memang ada valinggir yang tersangkut di ujung daun pepaya)

om Alo: “Kong, ngana mo beking apa itu valinggir?”

Utu: “Mo beking gohu, om…”

  • pancuri: pencuri
  • pe: punya
  • kang: iya/ya
  • nyanda: tidak
  • ambe: ambil
  • valinggir: layang-layang
  • beking: buat
  • gohu (makanan asinan Manado yang terbuat dari pepaya)

gohu-asinan-khas-manado-yang-segar-asam-manis-pedas


5. Pencuri Mangga

Om Jarot kesal sekali, karena buah mangga-nya selalu dicuri orang. Akhirnya ia menemukan ide. Ia memakukan sebuah papan berukuran semeter di dahan mangga. Dengan huruf yang besar-besar, ia menulis:

Kita memang nyanda tahu sapa yang pancuri kita pe mangga. Mar, Tuhan tahu sapa ngana!”

Keesokan harinya, ketika om Jarot sedang tidak ada di rumahnya, Podu, si anak nakal yang suka mencuri mangga om Jarot, terhenyak melihat tulisan di papan. Sembari meneruskan aktivitas mencuri mangga, Podu pun mendapatkan ide.

Menjelang senja hari, sesampai di rumah, Om Jarot terhenyak melihat sebuah papan lebih besar terpaku di batang pohon mangga-nya:

“Tuhan memang tahu kita yang pancuri mangga. Mar, Dia nyanda mo kase tahu pa ngana, sapa kita! beee…” (meledek)     

  • mar: tapi
  • sapa: siapa
  • kase: beri

6. Bebek Bicara

Opa Podu sedang melaju dengan bendi-nya di jalan dekat persawahan. Kuda-nya pun tampak bekerja keras memacu. Sekilas, Opa Podu melihat di sisi kanan jalan, sekelompok bebek sedang bergerombol. Satu meter sebelum melewati gerombolan bebek, tiba-tiba, bebek-bebek tersebut memotong jalan, nyaris tertabrak bendi Opa Podu.

delman-melaju

Opa Podu terasa seperti ‘kehilangan jiwa’, karena nyaris menabrak para bebek. Belum memudar rasa itu, sang bebek pemimpin bicara:

“Hey, opa… bukang maeng, Opa hampir tabrak pa torang!”

Kontan, Opa Podu kaget luar biasa. Jantungnya terasa mau copot. Spontan, Opa Podu bicara:

Doh,… seumur-umur kita hidop, belum pernah dengar binatang bicara…”

Belum hilang kekagetannya, si Kuda memandang wajah Opa Podu, lalu bicara:

Io, kita le heran, bebek bicara…”

  • bukang maeng: bukan main
  • torang: kami
  • doh: duh
  • hidop: hidup
  • io: iya
  • le: pun

* bendi = delman


7. Molly, Pergi Sana…

Malam Minggu tiba. Bogo sedang menuju ke rumah pacar barunya, Nancy. Di tengah perjalanan, Bogo rasa buang air besar (bab). Mau pulang, tanggung karena sudah telat janji ngapel jam 7 malam. Bogo pun menahan rasa bab-nya. Bogo tiba di rumah sang pacar. Rupanya, Nancy belum mandi. Ia pamit mandi. Masih kikuk, karena baru kali pertama ngapel di rumah sang pacar, Bogo duduk manis di ruang tamu sembari menahan rasa bab-nya yang luar biasa.

Tak jauh dari posisinya duduk, ayah Nancy sedang serius menonton TV di ruang tengah. Molly, anjing kesayangan Nancy tiduran di dekat ruang tamu sembari matanya tajam mengawasi gerak-gerik Bogo.

Tak kuat menahan rasa bab-nya, Bogo terpaksa kentut pelan-pelan; diusahakannya tanpa bunyi. Sedikit lega terasa. Tapi Bogo menjadi tegang, karena beberapa detik kemudian ayah Nancy bereaksi; hidungnya seolah mengendus mencari arah bau tak sedap. Ia pun berkata kepada Molly:

“Mollyyyyyyy…”

Bogo pun bernapas lega. Aksi kentutnya tidak ketahuan. Tak sampai 5 menit, Bogo terpaksa kentut lagi diam-diam, dengan cara yang sama; diusahakan tidak berbunyi. Ayah Nancy pun bereaksi sama:

“Mollyyyyyyy, cisss…!”

Bogo bernapas lega. Untuk kedua kalinya, aksi kentutnya tak ketahuan, karena Ayah Nancy pikir itu perbuatan si Molly.

Belum sampai 10 menit, Bogo kentut lagi. Lega terasa, dan ia pun tenang, karena pasti tidak ketahuan. Kali ini, ayah Nancy berdiri dan dengan tegas berkata:

“Hey, Molly… pergi sana kamu, kalau ndak, kamu bisa mati cium bau kentut-nya!”

anjing-pingsan


8. 3 B

Udi datang menemui Pendeta. Ia mau konseling dengan masalahnya.
Udi: “Pendeta, kita so suka sekali mo kaweng, mar sampe so ba umur bagini, bulum dapa-dapa jodoh!”

Pdt: “Ohh, mungkin ngana bulum beking itu 3B”

Udi: “Apa itu 3B, Pendeta?”

pemuda-bingung

Pdt: “Berdoa!”

Udi: “Ohh…, siang-malam kita berdoa for itu Pendeta”
Pdt: “Bekerja!”
Alo: “Kita, so bekerja, Pendeta. Mar, bulum dapa jodoh juga!”
Pdt: “Kalau begitu, B yang ke-3 ngana bulum beking…”
Udi: “Apa itu, Pendeta?”
Pdt: “BAKACA…!!!”

  • so: sudah
  • kaweng: kawin
  • sampe: sampai
  • bagini: begini
  • bulum: belum
  • dapa: dapat
  • bakaca: berkaca; bercermin

 

img: kinggrimlock.tumblr.comwww.pinterest.comwww.flickr.comcara.problogs.discovermagazine.comdapurideal.combigthink.com


Baca juga:

Humor Manado 1 

Humor Manado 3

Bahasa Manado Sehari-hari

 

Attachments
Calvyn Toar

digital marketer, startup developer, growth hacker, SEO-SMO expert, ghostwriter | driven by heart | 0812 8069 8459 - SMS before please "Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, Anda bisa beruba...

Related Post

thumbnail
hover

Hotel di Manado – Berkelas Dunia!

Hotel di Manado—Usai reklamasi pantai Manado, yakni pada awal tahun 2000an, industri wisata menggeliat di kota seluas 166,9 km² ini. Indu...

thumbnail
hover

Gadis Cilik Bule Fasih Bahasa Manado

Gadis Cilik Bule Fasih Bahasa Manado – Seorang anak perempuan berusia sekitar 6 tahun, bertampang bule, tampak sangat fasih berbahasa Mana...

thumbnail
hover

7 Homestay di Manado: Pas untuk...

Homestay di Manado – Apa sebenarnya yang dimaksud dengan homestay itu? Homestay mirip dengan guesthouse. Hanya, biasanya pemilik rumah tin...

Leave us a comment

logged inYou must be to post a comment.