SEORANG ibu muda, berlari dengan sempoyongan, di subuh menjelang terbitnya mentari. Dengan kaki telanjang, peluh bercucuran, dan tangis seorang anak manusia yang menyertai perjuangannya.

Ketika tiba di jalan beraspal, sang surya sudah menampakkan wajahnya. Ibu ini masih terus berlari menuju tujuannya. Asa-nya dijaga untuk tidak padam kendati apa yang diperjuangkan belum tentu berakhir indah. Tatapan aneh beberapa orang yang melihatnya, tak dipedulikannya. Ia terus berlari, tak ada yang bisa menghentikannya. Sampai kemudian, seorang aparat menghentikan lajunya. Hadangan dan bentakan keras sang aparat itulah yang bisa menahan langkah kakinya. Sekeras-kerasnya niat perjuangannya, ia masih menghormati aparat negara. Lalu, apakah salah sang Ibu?

Sebuah kisah nyata yang terjadi di penghujung tahun 70an di kota Manado ini layak untuk Anda tonton.


Jika berkenan, sudi kiranya memberikan LIKE (jempol), comment, dan subscribe-nya ya…

Bagaimanapun, IBU, akan selalu menjadi PAHLAWAN bagi anak-anaknya. Ia selalu memberi demi kebahagiaan anak-anaknya. Tak akan pernah cukup kita membalas semua yang telah Ibu beri.

Salam luar biasa untuk semua IBU HEBAT di manapun! [CT]

Calvyn Toar

Digital Marketer, SEO-SMO Expert, Content Creator, Web Developer, Ghostwriter, Political Marketing Strategy, Trader | driven by heart | 0881 0244 23948 (WA only) "Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, anda bisa berubah untuk maju; anda dapat lakukan apapun yang anda mau, & menjadi apapun yang anda ingin jadi" (calvyntoar/jan 2016)

Tinggalkan Balasan

Close Menu
Klik disini
1
Ada pertanyaan?
Hi, ayo bertanya :)
Powered by