Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Calvyn Toar
Administrator
More Ads ByCalvyn Toar
  • Map View
  • Street View
  • Directions

Selat Lembeh – Andalan Wisata Kota Bitung

  • Posted on in  Nature
  • 1448
Description

Selat Lembeh adalah selat yang memisahkan Pulau Sulawesi dengan Pulau Lembeh. Secara administratif Selat Lembeh merupakan wilayah administrasi Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Kota Bitung berjarak 48 km dari kota Manado. Julukan kota Bitung adalah kota Cakalang, karena kota ini terkenal dengan usaha ikan Cakalang Fufu-nya. Banyak warga kota Bitung yang berbisnis ikan khas Sulawesi Utara ini.

Selat Lembeh termasuk di dalamnya Pulau Lembeh, terbagi dua kecamatan: Kecamatan Lembeh Utara dan Lembeh Selatan.

Selat Lembeh merupakan perairan dengan panjang 16 km dan lebar 2 km. Sebagian besar dasar laut Selat Lembeh berisi endapan pasir vulkanis berwarna abu-abu kehitaman, hanya sebagian kecil yang berpasir putih. Sedangkan sebagian besar dasar laut di selat ini merupakan bidang yang hampir mendatar terutama di sekitaran pantai, dan dasar laut di bagian tengah umumnya cenderung berupa lereng landai yang luas.

Pada lereng dasar laut tersebut jarang ditemukan hamparan terumbu karang secara luas. Akibat sebagian besar dasarnya berpasir dan umumnya berarus relatif kuat, visibilitas di perairan ini hanya berkisar antara 5 hingga 10 meter. Tetapi, pada saat air tenang atau tidak ada arus laut, visibilitasnya dapat mencapai lebih dari 25 meter.

Alasan utama wisatawan datang ke selat elok ini tak sekadar karena keindahan bawah lautnya, tetapi lantaran keunikan diving spot-nya. Dimana, terdapat muck diving di Selat Lembeh. Muck Diving adalah spot penyelaman dengan dasar laut yang berpasir, dan tekanan udara yang sedikit saja. Jadi, menyelam di sini seolah berada dalam akuarium raksasa dimana ikan seolah tak dapat lari ke mana-mana.

Lantaran keunikan itulah, maka banyak para pecinta hewan laut dan fotografer profesional, datang menyelam di selat ini, agar dapat menyaksikan sendiri dan mengabadikan keunikan serta keindahan surga bawah lautnya. Tak salah, bila Selat Lembeh dijuluki dengan: The Mecca of Macro Photography.

hasil bidikan kamera bawah air di selat lembeh bitung

hasil bidikan kamera bawah air di selat lembeh bitung (by visitindonesia-paradise.blogspot.co.id)

Selain itu, menyelam di sini, sobat traveler akan disuguhkan dengan berjenis-jenis terumbu karang cantik, dan setidaknya 300 hewan laut. Sejumlah spesies ikan unik endemik dan tergolong langka pun masih dapat sobat lihat di sini, seperti: Pigmy seahorse, hairy frogfish, Mimic Octopus, Flamboyant Sotong, Ghost Pipefish, Seahorses, dan Nudibranch.

Adanya muck diving membuat menyelam di sini tidak semudah yang dibayangkan. Tidak mudah, karena sobat harus mempunyai kemampuan untuk tidak menyentuh pasir di dasar laut. Sebab jika terinjak maka dengan cepat air akan menjadi keruh, akibat pasir laut tersebut terpencar ke mana-mana. Akibatnya, visibilitas menjadi sangat minim.

Selain itu, selat cantik ini pun memiliki pantai yang tidak terlalu lebar, dan adanya tubir atau tepi jurang. Kendati permukaannya terlihat relatif tenang, arus di selat ini kuat, karena ukuran selat yang sempit serta berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik.

Lihat: Manado Bay – Aneka Critter Unik di Teluk Manado

Guna menghindari hal-hal tersebut, sobat dapat meminta ditemani oleh instruktur selam berlisensi PADI (Professional Association of Diving Instructor), yang sudah terbiasa menyelam di kawasan ini.

meriahnya festival selat lembeh

meriahnya festival selat lembeh (by kompas.com)

Di samping wisata bawah laut, selat cantik ini berdekatan dengan Taman Nasional Tangkoko. Terdapat 233 spesies burung hidup di hutan Tangkoko dan yang paling populer, monyet terkecil di dunia: Tarsius, hidup di hutan ini.

Obyek wisata Selat Lembeh yang lain adalah Monumen Trikora, spot selam Kapal Perang Dunia 2, dan Festival Pesona Selat Lembeh yang biasanya digelar menjelang akhir tahun.

Cara datang ke Selat Lembeh Bitung

Karena Pulau Lembeh berada di wilayah Kota Bitung, maka sobat traveler harus menempuh perjalanan dari Manado ke Bitung sejauh 45 km selama 45 menit berkendara. Kecuali, sobat traveler datang ke Manado melalui Bitung menggunakan kapal laut milik PT Pelni, maka sobat akan menempuh 4 hari perjalanan laut, dan tiba di Pelabuhan Bitung. Selanjutnya, tinggal menuju ke Dermaga Ruko Pateten. Dari sini, sobat traveler akan menumpangi perahu beratap rendah berkapasitas 15-20 orang. Hanya membutuhkan 15 menit saja, sobat sudah tiba di Pulau Lembeh.

Tarif perahu tersebut tak sampai 30 ribu, dan biaya masuk ke Pulau Lembeh pun sangat murah, tak sampai 20 ribu per orang.

Saat yang pas berwisata di Selat Lembeh

Perairan Selat Lembeh tergolong tenang, karena itulah penyelaman di sini dapat dilakukan setiap hari sepanjang tahun. Namun, bulan Oktober hingga Desember merupakan waktu kunjungan terbaik. Sedangkan pada bulan Januari sampai Februari, visibilitas kurang bagus karena suhu air terpanas pada ke-2 bulan tersebut.

Suhu air di perairan ini mencapai puncak 28-29 derajat Celcius antara bulan Oktober dan Maret. Sedangkan suhu terendah, yakni 25-26 derajat Celcius terjadi pada bulan Juli dan Agustus – pada Waktu inilah jumlah biota laut sedang banyak-banyaknya.

Apa yang dapat dilakukan di Selat Lembeh 

Selat Lembeh yang memiliki panjang 16 km ini mempunyai 95 titik penyelaman. Sobat traveler dapat memilih sejumlah spot favorit, dan melihat keindahan bawah lautnya lengkap dengan keunikan biota laut unik dan muck diving-nya yang tersohor.

panorama selat lembeh bitung

panorama selat lembeh bitung (by isigood.com)

Melakukan scuba diving dan melihat langsung bangkai kapal Perang Dunia 2 yang karam di dasar lautan adalah salah satu spot selam favorit di sini.

Sightseeing Pulau Lembeh dan selatnya menggunakan perahu nelayan, adalah pilihan wisata yang bisa pula dicoba ketika berada di sini. Selama mengitari pulau dan selatnya, sobat traveler akan melihat Gunung Dua Sudara yang menjulang gagah, kawasan Taman Nasional Tangkoko, aktivitas nelayan, dan sejumlah resort mewah.

Selain itu, menunggu panorama indah saat sunrise dan sunset di Pulau Lembeh, sungguh memukau suasananya. Atau, sobat dapat pula melihat langsung Patung Tuhan Yesus di Pulau Lembeh, berwarna putih dengan tinggi mencapai 35 meter. Setiba di bagian kaki patung, sobat dapat memandang indahnya panorama Laut Maluku yang bertemu batas cakrawala dengan gradasi warna memesona. Duh…

Jika pas waktunya, traveler bisa mengikuti Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL), yang rutin diadakan di Kota Cakalang, Bitung ini. Berbagai event wisata diadakan besar-besaran pada saat festival. Teranyar, FPSL sukses digelar pada 6-10 Oktober 2017 lalu.

Kuliner di Selat Lembeh

Di sini banyak terdapat warung makan yang menjual menu lokal halal berbahan dasar sea food maupun makanan kuliner khas Manado, seperti Tinutuan. Harganya pun cukup terjangkau untuk ukuran tempat wisata tersohor di dunia.

Penginapan di Selat Lembeh Bitung

Apabila sobat kepincut dengan obyek wisata ini, dan ingin mengksplorasi lebih jauh, maka menginap untuk beberapa hari adalah sebuah pilihan bijak. Sejumlah penginapan yang nyaman pun siap menyambut sobat di sini, misalnya Lembeh Resort & Spa – resort bintang 3 bergaya modern tradisional yang sangat bagus untuk liburan keluarga atau bagi para divers.

Tips

Tak ada salahnya, sebelum menawar harga jasa yang diperlukan di sini, membaurlah dengan warga setempat, dan lalu bertanya seputar harga standar jasa yang diperlukan untuk kepentingan wisata sobat. Lebih baik lagi, sebelum menyeberang ke Pulau Lembeh, bertanyalah seputar wisata Selat Lembeh kepada sejumlah warga di Pelabuhan Bitung atau di Dermaga Ruko Pateten.

Menggunakan bahasa Indonesia baku tak ada masalah di sini, tetapi jika sobat traveler dapat sedikit-sedikit melontarkan bahasa Manado yang dipakai secara umum di kota Bitung ini, tentu sobat akan semakin diterima hangat.

Tanyakan pula berapa biaya sewa alat selam dan snorkeling, serta guide selam jika perlu, dan berapa harga sewa berkeliling pulau dan selat, menggunakan perahu selama 3-5 jam.

Dengan mengetahui harga pasti yang harus dikeluarkan tersebut, sobat traveler tidak menjadi kecewa karena merasa dibohongi, dan hal itu untuk menghindari biaya yang tidak perlu atau jenis wisata yang tidak sobat minati di sana. Singkatnya, sobat sendiri yang berwisata, sobat yang memilih harus bagaimana.

Untuk menghemat, sobat traveler tidak harus menginap di resot bertaraf internasional, rumah warga setempat dapat menjadi homestay.

Jika sobat traveler ingin melihat sendiri muck diving dan suasana liburan di kota bahari terbesar di Sulawesi Utara, maka Selat Lembeh, andalan wisata kota Bitung, recommended untuk dicoba!

 

 

dari berbagai sumber

 

 

Baca juga:

Pantai Pall Marinsow – Obyek Wisata Manado yang Merangsek Terkenal

 

 

0 Reviews

Looking for review? There is no review here!