Watu Pinawetengan (yang berarti Batu Tempat Pembagian) yang berada di Desa Pinabetengan Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Di tempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub etnis Minahasa yang meliputi suku Tontembuan, Tombulu, Tonsea, Tolowur, Tonsawang, Pasan, Ponosakan, Bantik dan Siao. Selain membagi wilayah, para tetua suku-suku tersebut juga menjadikan lokasi ini sebagai tempat untuk berunding mengenai semua masalah yang dihadapi di tanah Minahasa.

Goresan-goresan di batu tersebut membentuk berbagai motif dan dipercayai sebagai hasil perundingan suku-suku itu. Motifnya ada yang berbentuk gambar manusia, gambar seperti alat kemaluan laki-laki dan perempuan, motif daun dan kumpulan garis yang tak beraturan tanpa makna.

watu pinawetengan minahasa
(via wikipedia.org)

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, bentuk batu ini seperti orang bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, bentuk batu ini juga seperti peta pulau Minahasa. Batu ini menurut para arkeolog, dipakai oleh nenek moyang orang Minahasa untuk berunding. Maka tak heran, namanya menjadi Watu Pinawetengan yang artinya “Batu Tempat Pembagian“.

Batu ini bisa dikatakan tonggak berdirinya sub etnis yang ada di Minahasa, dan menurut kepercayaan penduduk berada di tengah-tengah pulau Minahasa. Bahkan, beberapa orang yang rutin mengunjungi Watu Pinawetengan, ada ritual khusus yang diadakan tiap 3 Januari untuk melakukan ziarah. Sementara itu, karena nilai sejarah dan budaya yang kental, tiap tanggal 7 Juli dijadikan tempat pertunjukan seni dan budaya yang mulai terkikis di Minahasa.

watu pinawetengan minahasa tempat pertemuan leluhur minahasa
(via indonesiakaya.com)

Watu Pinawetengan sebenarnya adalah simbol demokrasi sejati. Peristiwa demokrasi yang terjadi di Watu Pinawetengan bukan seperti teori demokrasi modern yang kita pelajari di sekolah dan di perguruan tinggi. Demokrasi Pinawetengan adalah sebuah tanda bahwa bangsa Minahasa menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Keunikan demokrasi Pinawetengan adalah tata cara musyawarah, proses pengambilan keputusan, dan proses eksekusi keputusan yang sudah diambil. Tata cara musyawarah Pinawetengan sangat unik dan mungkin hanya dilakukan oleh orang Minahasa pada zaman itu.

Kini, Watu Pinawetengan, telah menjadi salah satu objek wisata sejarah di tanah Minahasa.

sumber: id.wikipedia.org

foto dari berbagai sumber

Close Menu
Klik disini
1
Ada pertanyaan?
Hi, ayo bertanya :)
Powered by